HOME : FOOTBALL

Headlines News  

01 July 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Lecehkan Perempuan, Wapres Kalla Disomasi


Pernyataan Wapres Jusuf Kalla yang mendukung pemanfaatan janda di Indonesia untuk menggaet turis negara Timur Tengah (Arab), mendapat kecaman dari Koalisi Perempuan. Pernyataan Wapres dianggap mele-cehkan kaum perempuan. Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Koalisi Perempuan, Tunggal Prameswari di kantor YLBHI, Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat (30/06).
“Jika ada turis Timur Tengah jalan-jalan ke Puncak mencari janda, ya tidak apa-apa. Turis-turis tersebut akan memberi banyak keuntungan kepada para janda, anak-anaknya dan dunia hiburan Indonesia. Kalau janda tersebut akan mendapatkan rumah yang layak walau kemudian para turis tersebut meninggalkan mereka, ya tidak apa-apa, ka-rena anak-anak mereka akan punya gen yang bagus dan menjadi aktor dan aktris tele-visi yang cakep-cakep,” kata Kalla.
Pernyataan itu, kata Tunggal Prameswari, seakan-akan me-legalkan perdagangan perem-puan. Oleh karena itu Koalisi Perempuan menuntut permin-taan maaf terbuka dari Wakil Presiden dan segera mencabut pernyataannya.
“Wapres tidak sensitif. Itu sa-ma saja melegalkan perdaga-ngan perempuan. Kita akan menuntut secara hukum se-perti somasi dalam 3-4 hari ini,” ujar dia. 
Senada, sejumlah anggota DPR RI yang tergabung dalam Kaukus Perempuan Parlemen untuk HAM, juga mengecam pernyataan Wapres tersebut. “Kami mengecam keras per-nyataan Wapres Jusuf Kalla itu karena telah melecehkan harkat dan martabat para jan-da. Karena eksistensi kema-nusiaan perempuan direduksi semata soal materi melalui transaksi seksual sesaat de-ngan melakukan perkawinan kontrak yang merupakan praktik ilegal di mata hukum nasional,” paparnya anggota F-PDIP DPR RI Eva Kusuma Sundari didampingi Badriyah Fayumi (FKB), Tuti Lukman (F-PAN) dan Dewi Djakse (F-PDIP). 
Ditegaskan Eva, pernyataan itu hanya memburu keuntu-ngan secara instan dan tidak responsif terhadap risiko bagi para janda pada jangka pan-jang, terutama dikaitkan de-ngan isu beban pengasuhan anak dan stigma sosial terha-dap perempuan serta ke-mungkinan penularan penya-kit menular seksual.
“Pernyataan Wapres mela-wan hukum, terutama karena menafikkan hak anak atas pe-ngasuhan orangtua. Pernya-taan itu tidak sepantasnya dikeluarkan oleh wapres. Apa lagi, saat ini parlemen sedang menyusun UU Penghapusan Perdagangan Orang untuk me-merangi praktik perdagangan perempuan,” jelas Eva.
Kaukus Perempuan Parle-men untuk HAM itu menilai Wapres cenderung mendorong kebijakan penumbalan janda atas kegagalan pemerintah menghapuskan kemiskinan dan menyediakan kebutuhan dasar rakyat miskin. Berkait-an dengan pernyataan Wapres tersebut, Kaukus Perempuan Parlemen untuk HAM menun-tut Wapres Jusuf Kalla me-minta maaf kepada rakyat dan mencabut pernyataannya itu. “Kami tidak bisa menerima ucapan Wapres itu,” tambah Badriyah Fayuni.(zal)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin