HOME : FOOTBALL

Headlines News  

01 July 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

SBY: Usut Penemuan 154 Senpi di Rumah Jenderal


Buntut penemuan ratusan senjata (154 senpi) dan puluh-an ribu amunisi di rumah Wa-aslog KSAD (Alm) Brigjen TNI Koesmayadi, membuat Presi-den SBY turun tangan. “Presi-den menginstruksikan sistem supaya bekerja, Puspom, inte-lijen dan hukum ditegakkan,” ungkap Panglima TNI Marse-kal Djoko Soeyanto di Istana Negara, Jumat (30/06).
Dituturkan Panglima, diri-nya sudah melaporkan kasus tersebut kepada SBY sehingga SBY sudah mengetahuinya. Jika terbukti ada penyalah-gunaan wewenang? “Nanti kita lihat. Kita akan selalu update nanti. Saya juga instruksikan kepada KSAD untuk updating perkembangan dari kasus ini untuk dilaporkan kepada saya,” kata Panglima.
Pengungkapan kasus Koes-mayadi oleh KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso pada Kamis 29 Juni malam, dituturkan Panglima, sudah merupakan kesepakatan dalam rapat pada Rabu 28 Juni.
“Statemen dikeluarkan se-belum orang menduga-duga. Dari pada ada sinyalemen yang tidak karuan sumbernya, du-gaan-dugaan yang tidak karu-an, lebih baik KSAD sampai-kan saja apa adanya. Berapa jumlahnya (senjata), di mana tempatnya,” terang Panglima. 
Ditegaskan Panglima, kebe-radaan senjata dan amunisi di rumah Koesmayadi melanggar ketentuan. “Oh iya, prosedur penyimpanan jelas salah. Sen-jata kan tidak mungkin sekian banyak ditempatkan di ru-mah. Itu sudah pasti. Salah satu prosedur penyimpanan, penggudangan, lalu meng-handling bagaimana, apalagi senjata,” ujarnya.
Seharusnya bagian mana yang mengetahui keberadaan senjata? “Kebetulan almar-hum kan di jajaran logistik, pengadaan, kemudian mung-kin intelijen juga harus be-kerja nanti untuk pengama-nannya,” kata Panglima. 
Menanggapi hal ini, Ketua Komisi I DPR, Theo Sambuaga mengatakan akan memanggil Panglima TNI. “Pada 11 Juli (Jumat mendatang) Komisi I akan memanggil Pak Djoko untuk meminta klarifikasi ter-hadap penemuan senjata api dan peluru tersebut,” kata Theo. 
Pemanggilan itu menurut-nya, penting dilakukan meng-ingat banyaknya aksi krimi-nalitas yang menggunakan senjata api dan beredarnya senjata mematikan di tengah masyarakat melibatkan ok-num aparat. 
Dari kasus penemuan sen-jata api dan puluhan ribu pe-luru dan granat, menurutnya mengindikasikan adanya pe-nyimpangan dalam proses pembelian dan penyimpanan senjata api di Mabes TNI. Te-gasnya,”Dari kasus ternyata mekanisme ke luar masuk senjata dari lingkungan TNI tidak berjalan dengan baik”. 
Untuk itu, Komisi I kata Theo mendesak Djoko Suyanto un-tuk mengungkap kasus ter-sebut. Sebab dia meyakini ma-sih banyak senjata milik TNI yang belum teridentifikasi. Dari kasus itu Theo meyakini terjadi penyimpangan kewenangan dan jabatan di Mabes TNI. 
Pasalnya, orang yang me-nyimpan senjata itu adalah pejabat tinggi Mabes TNI yang menangani bidang persenjata-an. “Kemungkinan besar pe-ristiwa ini bukan kali ini ter-jadi,” katanya. 
Theo khawatir senjata milik TNI jatuh ke tangan separatis dan komplotan penjahat. Ka-lau itu yang terjadi, maka sulit untuk mengidentifikasinya. anggota DPR lain menambah-kan.
“Ini mengejutkan dan me-nakutkan, ada pengumpulan senjata dalam jumlah banyak tidak pada tempatnya. KSAD dan Panglima TNI harus mem-beberkan kasus ini kepada mas-yarakat,” desak Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar. Penemuan itu menunjukkan TNI selama ini teledor dalam pengawasan, distribusi dan peng-gunaan senjata di tangan tentara. 
Cak Imin khawatir, penemu-an itu hanya ujung gunung es yang baru kelihatan di per-mukaan lautan. Ia menduga, masih ada puluhan lagi ten-tara yang melakukan hal sa-ma. “Oleh karena itu, kalau perlu diadakan operasi khu-sus. Pengawasan harus diper-ketat, sebab kalau tidak rak-yat tentu akan sangat keta-kutan terus, jangan-jangan masih banyak senjata ilegal di tangan tentara,” lanjutnya. Panglima TNI, harap Cak Imin, harus melakukan langkah intensif hingga rakyat benar-benar yakin, keadaan akan aman dan tidak ada penya-lahgunaan senjata. 
Selama ini, banyak kejahat-an dilakukan dengan meng-gunakan senjata tajam, na-mun sering gagal ditemukan asal-usul senjatanya.(dtc/zal) 


  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin