|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Akibat banjir dan tanah longsor di Bolmong
Kerugian Mencapai 152,7 Miliar
|
Total kerugian akibat banjir dan longsor yang melanda Bolmong baru-baru ini ternyata mencapai Rp 152,7 miliar, tepatnya Rp 152.721.290.000 atau hampir setengah dari DAU Bolmong tahun 2006, yang berjumlah sekitar Rp 330 miliar lebih.
Perhitungan kerugian terse-but, menurut Sekretaris Dae-rah (Sekda) Bolmong, Ir Hi Rah-mat Mokodongan, baru saja dirampungkan tim teknis Pem-kab, berdasarkan peninjauan langsung di lapangan pasca- banjir. “Data itu sendiri, akan disampaikan ke Menkokesra pekan depan,” kata Sekda.
Diakuinya, kerugian terse-but terkontribusi dari tujuh sektor, di mana sektor trans-portasi yang memberikan kontribusi terbesar yakni Rp 77,547 miliar lebih. Sesuai data pemkab, besarnya keru-gian di sektor ini karena ada-nya sembilan jembatan yang rusak dan terputus, 10 titik longsor berat di Kecamatan Lolayan, Dumoga Utara, Bo-laang Uki dan Pinolosian dan yang terakhir adalah panjang-nya ruas jalan yang rusak sete-lah tergenang air dan lumpur.
Berikut, lanjut sekda, kon-tribusi kerugian kedua terbe-sar adalah sektor pertanian yang mencapai Rp 32,526 M lebih. Menyusul sektor peru-mahan dan pemukiman Rp 15,194 M, sektor Pengairan Rp 13,8 M, sektor peternakan Rp 8,733 M, sektor perikanan Rp 2,942 M dan sektor per-kebunan 2,066 M lebih.
“Sesuai petujuk Bupati, data kerusakan tersebut sudah kami rampungkan hari ini, dan akan segera dibawa ke Jakarta untuk disampaikan ke Menko- kesra,” ujar sekda, yang didam-pingi Kabag Humas Ir Yudha Rantung, kemarin siang.(tus)
Kerugian Akibat Banjir dan Tanah Longsor
1. Sektor Transportasi Rp 77,547 M
2. Sektor Pertanian Rp 32,526 M
3. Sektor Perumahan dan Pemukiman Rp 15,194 M
4. Sektor Pengairan Rp 13,8 M
5. Sektor Peternakan Rp 8,733 M
6. Sektor Perikanan Rp 2,942 M
7. Sektor Perkebunan Rp 2,066 M
Jumlah Rp. 152,7 M
|
|