HOME : FOOTBALL

Headlines News  

03 July 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Diduga terbawa banjir, cemari sumber air
Racun Merkuri-Sianida Ancam Warga Dumoga 


Maraknya kegiatan pertam-bangan emas di sejumlah lokasi WPR (Wilayah Pertam-bangan Rakyat) Dumoga —bahkan sebagian besar masih berstatus peti alias penam-bang emas tanpa izin— dipre-diksi akan menjadi ancaman serius bagi warga di tiga ke-camatan Dumoga pasca ban-jir. Sebab terindikasi, sisa-sisa merkuri maupun sianida yang digunakan untuk menangkap emas telah terbawa banjir hing-ga mencemari lingkungan warga. 
Kekhawatiran tersebut disampaikan aktivis Bolmong Sofian HB, yang baru saja meninjau langsung wilayah Dumoga, akhir pekan lalu. “Sumur-sumur, areal persa-wanan maupun aliras sungai, diduga telah tercemar oleh dua jenis saat kimia beracun ini. Karena areal pertam-bangan selalu berada di pegu-nungan. Makanya bisa dipas-tikan ampas merkuri dan sia-nida di sana sudah terbawa oleh banjir. Karena itu, kami menyimpulkan sumber air di wilayah Dumoga sudah terce-mar,” kata Sofian.
Kepada masyarakat, ia pun mengimbau agar jangan sembarangan mengkonsumsi air sumur, serta tidak sem-barangan mandi di sungai. Sedangkan kepada peme-rintah, Sofian dalam kapasitas sebagai personel KK2P (Lem-baga Kontrol Kinerja Pemerin-tah) Bolmong mendesak agar memprioritaskan bantuan air minum, selain bantuan obat-obatan dan sembako, kepada warga Dumoga.
Selain itu, Sofian juga me-nilai Bapedalda Bolmong yang paling bertanggung jawab atas ancaman pencemaran merku-ri dan sianida di Wilayah Du-moga ini. 
“Sebab Bapedalda yang memberikan izin penggunaan merkuri dan sianida kepada penambang di Wilayah WPR,” tandasnya. 
Sedangkan mengenai pe-nyebab banjir, mantan Ketua Umum HMI MPO Bolmong ini menuding illegal logging se-bagai pemberi kontribusi terbesar. Menariknya, kata Sofian, illegal logging tersebut terjadi karena terindiaksi ada konspirasi rapi antara para oknum petinggi eksekutif dan legislatif bahkan turut me-libatkan pula beberapa ok-num yudikatif.(tus) 



  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin