|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Hidup Terancam, Ribuan Kristiani Irak Melarikan Diri
|
Lebih dari 3.500 keluarga Kris-tiani Irak telah melarikan diri ke Kurdistan beberapa ming-gu terakhir. Mereka menying-kir karena ketakutan terhadap berbagai ancaman dan sema-kin meluasnya konflik sekta-rian antara Muslim Shia dan Sunni di negeri itu.
“Kami tidak punya pilihan,” kata Imad Matti, dengan mu-rung. Ia baru saja mengung-sikan istri dan anaknya ke se-buah rumah yang ia bangun di sebuah pekuburan Kristiani di kota Inkawa, Kurdistan.
Irak dan seluruh dunia kha-watir akan nasib kaum Shia dan Sunni yang terpaksa me-ninggalkan rumah mereka ka-rena kekerasan yang terus me-ningkat. Namun, menurut AFP, eksodus umat Kristiani dari Irak, tidak mendapat perhatian yang sama.
Seorang pejabat Kurdish me-ngaku telah melihat sekitar 70 keluarga Kristiani tiba di Inkawa dalam beberapa ming-gu ini. Mereka menghadapi si-tuasi yang suram di Baghdad, dimana ancaman dari kelom-pok bersenjata dan serangan kepada pelaku bisnis mulai dari toko makanan sampai sa-lon sering terjadi.
Sekarang Matti dan keluarga-nya tinggal di pondok yang du-lunya digunakan sebagai tem-pat berjaga-jaga penjaga kubu-ran. Sementara keluarga Haval Emmanuel yang tinggal berde-katan mengimprovisasi rumah-nya diantara kubur-kubur yang bertebaran.
Menurut AFP, para pemimpin Kristiani enggan mengungkap-kan permasalahan yang diha-dapi jemaatnya ini. Malah, salah seorang wakil Liga Arab di Irak, Mokhtar Lamani dari Morokko, yang mengungkap-kan bahwa perang telah mem-pengaruhi semua agama mino-ritas, tidak hanya Kristiani.
Ia menyatakan bahwa sekitar 3.500 keluarga Kristiani telah melarikan diri ke Kurdistan. Besarnya jumlah pengungsi yang tiba-tiba berdatangan ke Inkawa membuat mereka sangat sulit untuk mempunyai akomodasi yang layak. Saat ini apartemen paling biasa dise-wakan dengan harga 5 juta ru-piah.
Pihak berwenang Kurdish memberikan sekitar 1 juta kepada tiap keluarga, namun tidak cukup bagi seorang Imad Matti untuk menyewa rumah. “Sekitar tiga sampai enam ke-pala keluarga datang kesini se-tiap harinya untuk mencari tempat tinggal, dan setiap hari kian terasa sulit mencari se-suatu untuk dapat mereka tinggali,” kata agen perumahan Kameran Matti.
Romo Saliwa Hibi dari Gereja St. Yusuf di kota itu menga-takan, setiap hari gerejanya membantu mereka yang bukan saja datang dari Baghdad tapi juga dari kota Mosul di sebelah utara Irak. Dipercayai sekitar 800.000 umat Kristiani masih berada di Irak, yang umumnya penganut Katolik Chaldean. Banyak dari mereka yang tidak bisa pergi karena sudah meng-habiskan biaya saat eksodus kejatuhan rezim Saddam Hus-sein pada April 2003.(chr-pst)
|
|