HOME : FOOTBALL

Headlines News  

03 July 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Prancis vs Italia Final?
Catatan: FRIKO POLI


BOLA itu bundar. Sepakbola tidak bisa diukur dalam hitu-ngan matematika. Tapi dalam lintasan waktu, sejarah kerap berulang dalam permainan se-pakbola. Itu juga yang dialami Brasil dan Inggris saat terlem-par di babak perempat final Piala Dunia 2006.
Tim Samba Brasil datang ke Jerman dengan pemain-pe-main bintang kelas dunia. Permainan tim mereka atraktif. Sejak pe-nyisihan grup, Ronaldo dkk menghujam gawang lawan-lawannya tanpa am-pun. Terakhir Ghana dilibas de-ngan skor 3-0 di babak perdelapan final. 
Tapi menghadapi Prancis di babak perempat final, Brasil mengulang sejarah pahit mereka tahun 1986 dan 1998 silam. Ketika Piala Dunia di Meksiko (86), Tim Samba tersingkir di tangan Prancis melalui drama adu pi-nalti. Berikut Piala Dunia 1998, secara mengenaskan juara lima kali ini di-hempaskan Prancis 3-0 di babak final. 
Kini, sejarah kelam itu ter-ulang lagi. Zinedine Zidane dkk kembali membungkam tim terfavorit Brasil lewat gol tung-gal Thierry Henry. Padahal di
babak awal Prancis tampil kurang meyakinkan. Sejarah pahit juga menimpa tim Inggris. 
Sejarah mencatat, dalam kesempatan adu tendangan pe-nalti dalam 16 tahun terakhir, Inggris hanya sekali bernasib mujur, yakni di Euro 1996. Se-lebihnya, baik di ajang Piala Dunia maupun Piala Eropa, rekor Inggris buruk, termasuk saat berhadapan dengan Por-tugal di babak perempat final Euro 2004 lalu. 
Dan sejarah ini tidak dapat diubah Sven-Goran Eriksson dan pasukannya. Tiga algojo The Three Lions, Frank Lam-pard, Steven Gerrard, dan Ja-mie Carragher yang terbiasa menjadi penendang penalti, malah gagal menaklukkan ke-piawaian kiper Ricardo. Portu-gal pun menang 3-1 dan me-langkah ke babak semi final Pia-la Dunia untuk pertama kalinya sejak keberhasilan legenda sepakbola Eusebio dkk di PD 1966 (Inggris).
Kini Portugal akan mengha-dapi Prancis di semi final. Akan-kah sejarah berulang? Jika yah, maka sejarah Prancis lebih manis dibandingkan Luis Figo dkk. Dalam catatan sejarah, dua kali Prancis mematahkan perlawanan Portugal, dan itu terjadi di Piala Eropa.
Pada Piala Eropa 2000, Portugal yang sudah unggul 1-0 atas Prancis, mampu disama-kan kedudukan oleh Thierry Henry, sehingga terjadi perpan-jangan waktu. Dengan masih memakai sistem golden goal, Prancis mendapat sebuah ha-diah tendangan penalti yang di-eksekusi dengan baik oleh Zinedine Zidane. Portugal pun tersingkir.
Para pemain Portugal juga masih ingat bagaimana pada semi final Piala Eropa 1984 di Marseilles (Prancis), mereka mengalami hal hampir serupa. Saat itu bintang Prancis Michel Platini mencetak gol penentu kemenangan setelah sebelum-nya Portugal melesakkan dua gol melalui Rui Jordao.
Portugal hampir dipastikan memenangkan partai semi final itu, tapi Platini mengubur mim-pi mereka untuk melangkah lebih jauh. Prancis sendiri ak-hirnya menjadi juara Eropa ta-hun itu. So, akankah Prancis tembus final? Jika masih bicara soal sejarah, semi final lainnya antara Jerman vs Italia, akan menguntungkan Italia. Pasal-nya, sepanjang Piala Dunia, Pan-zer belum pernah menang atas Azzurri. Jika demikian, akan-kah Prancis vs Italia di final? 
Bicara soal pertemuan kedua tim raksasa Eropa ini, sejarah final Euro 2000 pantas dijadi-kan referensi. Italia saat itu sudah unggul 1-0 atas Prancis, dan mendekati akhir pertan-dingan. 
Para pemain di bangku cada-ngan serta para offisial sudah siap-siap menyerbu ke lapa-ngan, untuk berpesta bahwa mereka adalah juara eropa. Tapi ternyata Sylvian Wiltord membalikkan keadaan. Striker Prancis ini mencetak gol, men-jadikan skor 1-1 dan pertan-dingan dilanjutkan sudden death. David Trezequet akhir-nya mencetak gol emas. Prancis pun juara. Akankah skenario ini terulang? (***) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin