HOME : FOOTBALL

Berita Kota Manado dan Sekitarnya 

03 July 2006

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

  

Minta DPRD pantau kondisi sekolah 
Pungutan Uang Pendaftaran Harus Arif Disikapi 

 

 IKUTI BERITA LAIN

Warga Sindulang: Pemkot Cuma Umbar Janji

Satu Anggaran Untuk CPNS

Potret terminal Manado masa kini
“Siang Amburadul, Malam Gelap Gulita, Retribusi Jalan Terus”

Lintas Berita KOtal”

Persoalan pungutan biaya pendaftaran yang diduga diterapkan oleh sejumlah sekolah mesti diarifi. Karena bukan tidak mungkin hal ini dilakukan karena bantuan pemerintah tidak benar-benar sampai ke sekolah tersebut.

Demikian dikatakan salah seorang pemerahtai masalah sosial, DR Yong Ohoitimur MSC. Menurutnya, pungutan biaya pendaftaran harus ditelusuri penyebabnya. “Okelah, sesuai aturan tidak ada pungutan, tapi persoalannya apakah bantuan pemerintah cukup untuk kebutuhan operasional sebuah sekolah. Ini harus dikaji baik-baik. Jangan sampai, keterbatasan bantuan justru akan menjadi persoalan bagi sekolah tersebut. Jadi anggota dewan juga diharapkan mempertimbangkan kemampuan sebuah sekolah,” ujarnya.
Akan lebih parah, katanya, bila bantuan pemerintah tidak sampai ke sekolah tersebut. karena itu, lanjut Ohoitimur, masalah ini harus dicari solusi terbaik, yang tidak hanya menguntungkan para siswa tetapi juga membantu sekolah-sekolah untuk tetap melangsungkan proses belajar mengajar secara baik dan benar. “Itu artinya, kalaupun ada pungutan saat pendaftaran, perlu diikuti tranparansi dan pertanggungjawaban dari pihak sekolah ke mana dana itu digunakan,” tandasnya. 
Pada bagian lain, menyinggung soal desakan ujian ulang, mantan rektor Unika De La Salle ini menyatakan ketidaksetujuannya. Menurutnya, pelaksanaan ujian ulang akan menciptakan mentalitas buruk kepada para siswa-siswi baik SMA dan SMP, karena dengan sendirinya mereka akan kehilangan fighting spirit dalam proses belajar mengajar.
“Dengan tidak dilakukan ujian ulang, maka kita mengajarkan anak didik kita untuk memiliki fighting spirit dalam sebuah proses belajar mengajar. Mereka tidak lagi mengharapkan akan adanya ujian ulang,” paparnya.
Diakuinya, sistem pendidikan saat ini masih memiliki banyak kekurangan. Hanya saja, hal ini bukan menjadi alasan untuk dilakukan ujian ulang, karena yang akan dirubah adalah sistemnya dan bukan hasil yang diperoleh. 
“Dengan tidak ujian ulang, maka kita mengajarkan kepada para siswa untuk menerima hasil apa adanya, sekalipun ia tergolong siswa berprestasi maupun sebaliknya. Cara ini juga sekaligus mempersiapkan anak didik kita untuk mengikuti mekanisme perkuliahan yang tidak memberlakukan sistem ujian ulang,” paparnya.(imo)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin