HOME : FOOTBALL

Berita Minahasa Induk  - Minut

03 July 2006

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

  

Tak hiraukan aspirasi kepemilikan lahan Ilo-Ilo
Warga Wori Ancam Gabung Manado

 

 IKUTI BERITA LAIN

Pantau pelaksanaan bebas biaya pendaftaran siswa baru
Dewan Diminta Laksanakan Tugas Turun Lapangan
Warga Tonsea Berang Tudingan BM Minut 
Pemkab terima Juknis pusat
Gaji 13 dan Tunjangan PNS Siap Dibayar
PAW Almarhum Ny Rumagit mencuat
Posisi Kandow Belum Aman
Asik bersantai di Danau Tondano
Dua Warga Wewelen Tewas Tenggelam

Kerinduan masyarakat Wori untuk menduduki sebagaian lahan Ilo-Ilo di Wori ternyata begitu besar, sebab hingga saat ini keinginan tersebut terus diperjuangkan. Bukan hanya itu saja, mereka mengancam akan gabung dengan wilayah Kota Manado, apabila kerinduan ini tidak disikapi Pemkab Minut. 
“Kalau sampai aspirasi ini ti-dak ditindaklanjuti Pemkab Mi-nut, kami sepakat untuk me-ninggalkan Minut dan berga-bung dengan Kota Manado,” ujar Ketua Pemukiman Lahan Ilo-Ilo, Jemmy Rumambi. 
Rumambi mengatakan, hal ini bukan sekedar ancaman tetapi benar-benar akan dibuk-tikan, sebab bicara pelayanan pemerintah, justru akses ke Kota Manado lebih cepat diban-dingan dengan pelayanan Pemerintah Minut. “Lihat saja wilayah kepolisian berada di Poltabes Manado, jadi sangat memungkinkan Wori gabung Kota Manado,” ancam Jemmy.
Ditempat terpisah, anggota dewan Minut dapil Wori, Colei-ne Lumingas mendukung upa-ya warga menuntut lahan di Ilo-Ilo. Alasannya, tuntutan warga sangat manusiawi dan perlu diperjuangkan oleh pemerintah. Sebab pemukiman warga Wori sejak dulu, berada di wilayah tersebut, namun karena satu hal mereka lalu meninggalkan lahan tersebut. “Yang rombak hutan bukan pemerintah tetapi oleh leluhur warga Wori. Jadi apa salahnya warga Wori me-minta sebagian lahan tersebut untuk dijadikan pemukiman penduduk,” ujar Lumingas.
Tuntutan dan ancaman warga Wori yang ingin keluar dari Minut, ditangapi arif Asisten I, Drs Rudi Umboh. Ia mengatakan kerinduan untuk memiliki lahan tersebut dapat direalisasikan pemerintah, asalkan mengikuti aturan main yang berlaku. Soal anca-man gabung Manado dini-lainya hal yang berbeda, se-hingga tidak tepat kalau per-soalan ini dikait-kaitkan.(ran)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin