|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Tak hiraukan aspirasi kepemilikan lahan Ilo-Ilo
Warga Wori Ancam Gabung Manado
|
Kerinduan
masyarakat Wori untuk menduduki sebagaian lahan
Ilo-Ilo di Wori ternyata begitu besar, sebab hingga
saat ini keinginan tersebut terus diperjuangkan.
Bukan hanya itu saja, mereka mengancam akan gabung
dengan wilayah Kota Manado, apabila kerinduan ini
tidak disikapi Pemkab Minut.
“Kalau sampai aspirasi ini ti-dak ditindaklanjuti
Pemkab Mi-nut, kami sepakat untuk me-ninggalkan
Minut dan berga-bung dengan Kota Manado,” ujar
Ketua Pemukiman Lahan Ilo-Ilo, Jemmy Rumambi.
Rumambi mengatakan, hal ini bukan sekedar ancaman tetapi benar-benar akan dibuk-tikan, sebab bicara pelayanan pemerintah, justru akses ke Kota Manado lebih cepat diban-dingan dengan pelayanan Pemerintah Minut. “Lihat saja wilayah kepolisian berada di Poltabes Manado, jadi sangat memungkinkan Wori gabung Kota Manado,” ancam Jemmy.
Ditempat terpisah, anggota dewan Minut dapil Wori, Colei-ne Lumingas mendukung upa-ya warga menuntut lahan di Ilo-Ilo. Alasannya, tuntutan warga sangat manusiawi dan perlu diperjuangkan oleh pemerintah. Sebab pemukiman warga Wori sejak dulu, berada di wilayah tersebut, namun karena satu hal mereka lalu meninggalkan lahan tersebut. “Yang rombak hutan bukan pemerintah tetapi oleh leluhur warga Wori. Jadi apa salahnya warga Wori me-minta sebagian lahan tersebut untuk dijadikan pemukiman penduduk,” ujar Lumingas.
Tuntutan dan ancaman warga Wori yang ingin keluar dari Minut, ditangapi arif Asisten I, Drs Rudi Umboh. Ia mengatakan kerinduan untuk memiliki lahan tersebut dapat direalisasikan pemerintah, asalkan mengikuti aturan main yang berlaku. Soal anca-man gabung Manado dini-lainya hal yang berbeda, se-hingga tidak tepat kalau per-soalan ini dikait-kaitkan.(ran)
|
|