|
|
|
|
![]() |
![]() |
Kejurnas bridge antarklub ke-44
Dua Tim Sulut Bertahan di Delapan Besar
SETELAH melalui perjuangan yang super ketat, akhirnya dua tim Sulut masing-masing Elektrik dan Manguni Minahasa bisa bertahan hingga delapan besar di Kejuaraan Nasional Bridge Antarklub ke-44 di Giant Poins Square Lebak Bulus Jakarta Selatan, kemarin.
Didukung pemain-pemain seperti Henky Lasut, Eddy Manoppo, Robby Lempoy, Jacky Tirayoh dan Ch Nurhamidin, Tim Elekrik melangkah ke delapan besar setelah menang tipis 45-40 IMP atas regu Makassar. Sementara Tim Manguni Minahasa, yang didukung, Youbert Sumarouw, Cliff Tangkuman, Yanny Fehr dan Hengky Wuysang, tanpa banyak kesulitan mengandaskan Tim Jayapura dengan skor telak 70-18 IMP. Hingga berita ini diturunkan, kedua tim Sulut tengah berjuang di babak delapan besar untuk meraih tiket ke semi final.
Sementara itu, dua tim asal Sulut lainnya, Biro Pembangunan dan Talaud terpaksa harus tersisih di babak 32 besar setelah hanya mampu menempati posisi kelima di masing-masing pool. Tim Talaud yang berada di pool A sebenarnya mampu meraih kemenangan besar 23-7 VP atas Tim Garuda yang diperkuat Denny Sacul, Giovanny Watulingas, Harsudi Supandi, Ferdy Waluyan dan WD Karamoy. Ironisnya, justru melawan Jayapura di sesi menentukan, Elvita Lasut, Lanny Liem, Devi Manoppo, Ferry Sambuaga, Gerald Lasut, John Lasut tak berkutik dan kalah 8-22 VP.
Kondisi yang serupa juga dialami Tim Biro Pembangunan Sulut. Didukung pemain-pemain handal seperti Dennis Tirayoh, Rhein Lolong, Yongky Tumbel, Franky Umboh dan Vabian Lasut, tim asuhan JJS Lolong itu tak mampu mengatasi Tim Gabrial UI sehingga kedudukan akhir di pool D, Tim Biro Pembangunan Sulut hanya bercokol di posisi keenam dengan jumlah poin 96 VP. Posisi pertama diraih Tim Arangan I (Anandra Lubis, Jemmy Boyoh, Arwin Budiraharja, Jones Karwur dan Arthur Kasenda) dengan jumlah poin 124 VP, disusul Indonesia Power (120 VP), Makassar (113 VP) dan Maesa Balikpapan (100 VP).(dni)
Tak dibantu Gabmin
Tim Bridge Minahasa Tetap Ikut Kejurnas
MESKI tak mendapatkan bantuan dana dari Pengurus Gabungan Bridge Minahasa (Gabmin), Tim Bridge Minahasa, yang terdiri dari Tommy Rogi, Octa Wohon, Recky Kandouw, Nofry Kaligis dan Recky Mandolang akhirnya tiba di Jakarta untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bridge ke-44.
Kabarnya, keberangkatan Tim Minahasa ke Jakarta, sepenuhnya dibantu oleh Bupati Minahasa, Drs Vreeke Runtu. Padahal, sebelumnya para atlet dan ofisial sudah berusaha untuk meminta bantuan Ketua Umum Gabmin, Rull Kuron, tapi justru pimpinan tertinggi di Gabmin itu seakan menghambat kehadiran para pemain bridge Minahasa ke Kejurnas. Tak mengherankan kalau akhirnya Tim Minahasa hanya turun di kejuaraan tingkat walikota karena sudah terlambat hadir di kejurnas yang telah dimulai 01 Juli 2006.
Menurut beberapa sumber yang enggan namanya disebut, sebenarnya, Tim Minahasa telah mendapatkan dana bantuan dari Bupati Minahasa sebesar Rp 20 juta, jauh sebelum kejurnas dimulai. Tapi, ketika dilaporkan kepada Ketua Umum Gabmin, justru dana tersebut akan dipotong 50 persen untuk keperluan yang tidak jelas. “Kami harus menunggu beberapa hari untuk mencairkan dana tersebut sebab bupati tidak ada di tempat,” tutur sumber yang meminta namanya dirahasiakan.
“Sudah tiga kejurnas pemain-pemain Minahasa selalu mendapatkan kesulitan jika berurusan dengan Ketua Gabmin. Pertama ketika berlaga di Kejurnas Batam, ketika itu, pemain harus terkatung-katung di Jakarta karena tidak mendapat dana untuk pulang. Padahal, ketika itu, Ketua Umum Gabmin ikut bersama-sama Tim Minahasa yang berhasil meraih predikat juara di kelas B,”sebut sumber tersebut, seraya mengatakan bahwa gara-gara ulah Ketua Gabmin, pemain-pemain Minahasa sudah banyak yang kabur dari Minahasa.
Selain itu, imbuh sumber, ketika tampil di kejurnas bridge antar gabungan di Manado, lagi-lagi Tim Minahasa mengalami nasib kurang bagus. Padahal, ketika itu, dana yang terkumpul diperkirakan mencapai hampir Rp 100 juta. “Waktu itu torang hanya tiga hari nginap di penginapan setelah itu torang harus keluar karena tidak ada dana lagi. Padahal, setahu torang, dana yang terkumpul ada sekitar Rp 100 juta,” imbuhnya, seraya mengatakan bahwa sudah seharusnya Ketua Gabmin mundur jika hanya menyusahkan atlet.(dni)
Unsrat Gagal Pertahankan Gelar Kerjurnas Bridge Antarmahasiswa
TIM Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado gagal mempertahankan gelar juara nasional antar mahasiswa setelah pada babak perempat final ditundukkan Tim ITB Bandung 50-80 IMP. Minimnya materi pemain yang diturunkan membuat Tim Unsrat, yang hanya diperkuat pemain lama, Donald Lolowang harus melepaskan gelar juara.
Sebenarnya, Unsrat memiliki pemain andalan yakni Mario Mambu. Tapi, karena yang bersangkungan belum mendapatkan pengurangan skorsing dari PB Gabsi, akhirnya Unsrat hanya didukung pemain-pemain seadanya. Bahkan, dua pemain yang ikut memperkuat Unsrat, adalah pemain yang ikut di seleknas Mei lalu.
“Karena dana terbatas akhirnya kami tidak mengirimkan pemain lebih. Justru yang ikut pada kejurnas ini adalah pemain yang ikut seleknas, bulan Mei lalu, tapi karena tak ada dana untuk kembali ke Manado terpaksa harus menunggu kejurnas ini,” ujar Donald Lolowang, yang merupakan pemain senior di Tim Unsrat.
Dengan gagalnya Unsrat mempertahankan gelar juara kategori mahasiswa, kini piala tersebut direbut Tim UGM Yogyakarta yang di babak final berhasil mengalahkan ITB Bandung dengan skor 52-38 IMP.(dni)
Lomba Lari 10K Ramaikan HUT Kota Manado
GUNA memeriahkan HUT Kota Manado, PASI Sulut bekerjasama dengan Panitia HUT Kota Manado bakal menggelar lomba lari 10K. Lomba yang bakal mengambil garis start di Halaman KONI Sulut dan finish di Lapangan Tikala Manado sesuai agenda akan dilaksanakan
pada hari Sabtu, 08 Juli 2006.
Pantia Sie Olahraga HUT Kota Manado, Ir Haefrey Sendoh ketika dihubungi Komentar, kemarin mengatakan bahwa hadiah yang disediakan pada iven tersebut cukup besar. Hanya, imbuh Sendoh, yang juga adalah Sekum PASI Sulut, pada iven tersebut hanya dua kategori yang diperlombakan. Dua kategori itu masing-masing putra dan putri. “Hadiah yang disiapkan oleh panitia untuk sepuluh pemenang masing-masing kategori,” ujar Sendoh.
Ditambahkan Sendoh, karena iven tersebut sebagai bagian dari rangkaian HUT Kota Manado, ia berharap agar masyaakat termasuk instansi dan angkatan serta kepolisian bias ikut ambil bagian. “Lomba ini terbuka untuk umum, jadi siapa saja yang ingin ambil bagian silahkan. Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi panitia penyelenggara di Gedung KONI
Sulut,” imbuhnya.
Sementara itu, mengenai jumlah hadiah kepada juara pertama, ia belum bias mengatakan secara pasti. Hanya saja, ia memastikan bahwa hadiah yang disediakan cukup menarik. “Masalah hadiah saya belum bias jelaskan sekarang, tapi yang pasti panitia telah menyiapkan hadiah menarik untuk dua kategori putra dan putri,” beber Sendoh, yang juga adalah Kepada Dinas Agribisnis Kota Manado.(dni)
|
|