HOME : FOOTBALL

Headlines News  

04 July 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Bom Jeneponto pakai botol parfum 
Ledakan di Gereja Eklesia Diduga Petasan


Pascaledakan di Gereja Ek-lesia Poso, Detasemen Khusus 88 Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) terus melakukan pe-nyelidikan. Dugaan sementara yang diperoleh, sumber ledak-an adalah bom hampa alias petasan.
“Ini mungkin bom hampa, mungkin petasan,” kata Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Anton Bach-rul Alam di kantornya, Jln Truno-joyo, Jakarta, Senin (03/07).
Ditambahkan Anton, polisi terus berupaya menyelidiki kasus ini. Hingga kini sudah ada 11 orang yang diperiksa sebagai saksi terkait peristiwa tersebut. “Detasemen 88 ma-sih terus melakukan pendala-man. Dan sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu,” ujar Anton.
Ledakan di Gereja Eklesia, Jln Pulo Seram, Poso, Sulteng, ter-jadi pada Sabtu, 1 Juli pukul 20.15 Wita. Beruntung tidak ada aktivitas peribadatan saat peristiwa itu terjadi sehingga tidak ada korban. 
Sementara itu, Komando Ope-rasi Keamanan (Koopskam) Su-lawesi Tengah (Sulteng) ber-akhir masa tugasnya 4 Juli 2006. Ketua DPR Agung Laksono me-minta agar Koopskam tidak di-bubarkan karena Poso belum aman. “Jangan terburu-buru ditutup sebelum masalah di Poso aman. Kita tidak ingin masa-lah di Poso berlarut-larut,” kata Agung. 
Ketika ditanya mengenai adanya informasi Koopskam dibubarkan karena tidak bisa koordinasi dengan aparat dae-rah, Agung mengusulkan agar personelnya yang diganti.
“Namanya koordinator ya ha-rus mampu mengkoordinir. Kalau tidak sanggup diganti orangnya, personelnya bukan dibubarkan,” ujar Agung.
Koopskam Sulteng dibentuk 5 Januari 2006 dan diberi ba-tas waktu bekerja hingga Juli. Koopskam bertanggung jawab pada Menko Polhukam Wido-do AS. Koopskam pimpinan Inspektur Jenderal Pol Paulus Purwoko ini merupakan perlu-asan satuan tugas di Poso. 
JENEPONTO
Pada bagian lain, kasus ledak-an yang menewaskan seorang gembala kambing berusia 13 tahun di Jeneponto, Sulsel, di-duga berasal dari bom rakitan yang dibungkus botol parfum ‘Gatsby’. Polisi menemukan sisa-sisa ledakan di pinggir jalan, di Dusun Bonto Jannang, Desa Kalukku, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, sekitar 15 km dari kota Jeneponto.
“Sejumlah kabel sudah nam-pak hancur. Mungkin bom rakit-an, tapi masih dalam penelitian laboratorium forensik (labfor),” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Joko Subroto, Senin (03/07).
Saat ini, imbuh Joko, petu-gas labfor Polda Sulsel beserta aparat dari Brimob dan Gega-na masih berada di lokasi dan melakukan penyelidikan. Di-ungkapkan Joko, hingga saat ini belum ada pihak yang ditahan terkait kasus ini.(dtc/*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin