|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Tokoh Kristen dan Muslim
Sesalkan Pengebobam Gereja di Poso
|
Menyikapi ledakan bom dahsyat yang mengguncang kawasan Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Eklesia Poso, Sabtu (01/06), sejumlah tokoh agama Kristen dan Muslim di daerah ini menyatakan keprihatinannya.
Ketua Badan Musyawarah An-tar Gereja (Bamag) Sulut Pdt Johan Manampiring STh sangat menyesalkan musibah ini ter-jadi lagi. Ia mengatakan, keja-dian ini merupakan bukti bah-wa teroris di Indonesia masih eksis dan masih berani menen-tang aparat. Nampaknya mas-yarakat perlu tingkatkan kerja-sama dengan aparat keamanan untuk memantau lingkungan masing-masing. “Jelas terlihat bahwa para teroris memiliki jiwa setanisme dan adalah kaki ta-ngan iblis, yang senang jika melihat masyarakat kacau. Di sisi lain perasaannya kacau jika melihat masyarakat tenang,” ujarnya.
Tetapi, ternyata kerukunan penduduk lokal sudah semakin mapan, karena sudah tidak mau terpancing dengan gaya setanisme teroris.”Peliharalah terus kerukunan penduduk lo-kal dan hati-hati dengan pen-datang yang berpura-pura baik, tapi kepribadiannya ganda,” tegasnya. Di sisi lain Sekretaris NU Sulut Drs Ulyas Taha mene-gaskan, perbuatan ini jelas-jelas dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan tidak memiliki moral serta rasa manusiawai.
Pasalnya kejadian semacam ini kerap kali terjadi, bahkan sudah banyak tempat ibadah yang menjadi sasaran pengebo-bam, dengan tujuan utama un-tuk memecah belah kerukunan antar umat beragama.”Untuk ini, tetaplah kita bersatu padu untuk saling bergandengan ta-ngan, dan jangan terpancing dengan keadaan. Intinya tetap waspada,” ajaknya.(aan)
|
|