|
|
|
|
![]() |
![]() |
Kejurnas bridge antarklub
Garuda Jakarta Juara, Elektrik Manado Ketiga
TIM Garuda Jakarta yang diperkuat pemain-pemain kaliber nasional seperti Denny Sacul, Giovani Watulingas, Ferdy Waluyan, FD Karamoy dan Harsudi Supandi berhasil meraih gelar juara setelah pada babak final Kejurnas bridge antarklub yang berlangsung di Giant Points Square Lebak Bulus Jakarta Selatan, kemarin berhasil mengandaskan Tim Perbankan Surabaya dengan skor 49-20 IMP.
Posisi ketiga direbut Tim Elek-trik Manado menyusul keme-nangan tipis 59-56 IMP atas In-donesia Power Banten di babak play-off. Tim Elektrik, yang didu-kung Henky Lasut, Eddy Manop-po, Robby Lempoy, Jacky Tira-yoh dan Ch Nurhamidin tersisih di babak semi final setelah me-nyerah atas Tim Perbankan Su-rabaya dengan skor 51-59 IMP.
Kekalahan di babak semi final membuat kubu Sulut kecewa karena sebelumnya pada babak delapan besar, Tim Manguni Mi-nahasa, yang diperkuat Youbert Sumarouw, Cliff Tangkuman, Yani Fehr dan Henky Wuysan juga dikalahkan Tim Perbankan Surabaya, yang diperkuat Ar-naold Laseduew, Bambang Pri-yambodo, M Iqbal, Ronny Eltanto dan Soengkono, dengan skor 31-52.
Akibat kekalahan Tim Elektrik di babak semi final membuat persaingan di babak final kejur-nas antar klub sudah tidak seru lagi. Itu terjadi setelah Denny Sacul cs mampu melewati babak semi final dengan kemenangan telak atas Indonesia Power Ban-ten dengan skor 72-43 IMP. “Te-rus terang saya kecewa karena kekalahan ini terjadi karena ke-salahan sendiri,” tutur Henky Lasut, seusai pertandingan.
Sementara itu di kategori site iven, kejutan terjadi ketika pa-sangan dadakan, Boy Rume-ngan/Chris Hombokau berhasil melejit ke urutan nomor tiga. Padahal, iven tersebut diikuti lebih dari 80 pasangan.
“Saya kira hasil ini cukup ba-gus bagi kami karena setidaknya Minahasa Utara bisa berkibar di pentas bridge nasional,” tutur Hombokau, yang turun mewa-kili Minahasa Utara di iven ter-sebut.
Pada bagian lain, di kategori pasangan terbuka yang diikuti lebih dari seratus peserta, pasa-ngan Sulut, Jefrey Monengkey/Bill Mondigir, yang turun atas nama Praskim Sulut hingga sesi pertama babak final berhasil melejit ke posisi pertama.
Sementara pasangan lainnya, Tommy Rogi/Octa Wohon dari Minahasa, Ronny Tanauma/Ananta Dapu dari Biro Pemba-ngunan juga masih tetap me-nyusul di posisi kedua dan kelima.(dni)
Tampil di kejurnas bridge pelajar
Ratusan Pelajar Sulut Serbu Jakarta
RATUSAN pelajar Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Me-nengah Atas (SMA) asal Sulut, sejak kemarin telah berada di Jakarta guna mengikuti Ke-juaraan Nasional Bridge Tingkat Pelajar yang berlangsung di Giant Poins Square Lebak Bulus Jakarta Selatan, 05-07 Juli 2006.
Dari data yang didapatkan di Sekretariat Panitia Pelaksana Kejurnas, pelajar-pelajar yang datang dari Sulut berasal dari sekolah SMA Don Bosco Ma-nado, SMA Negeri 1 Manado, SMA YPKM Manado, SMA Negeri Airmadidi, SD Negeri Mala-layang, SD Don Bosco Manado, SD Suster Manado dan bebe-rapa sekolah lainnya.
Sayangnnya, dari jumlah pe-lajar yang hadir, ternyata seko-lah asal Minahasa tidak ikut-serta pada iven tersebut. Pa-dahal, ketika kejurnas pertama tingkat pelajar SMA di Kota Ban-dung tahun 2004 lalu, pelajar asal Minahasa tampil sebagai juara pertama.
Ketidakhadiran pelajar Mi-nahasa kabarnya terbentur ken-dala dana seperti yang dialami tim senior mereka.
Sementara itu, Offisial Tim SMA Frater Don Bosco Manado, Benny Waworundeng SPd dan Joseph Kaunang mengatakan bahwa timnya hadir di Jakarta dengan dukungan 16 pemain. “Kami datang ke kejurnas de-ngan membawa tim khusus bridge dan mini bridge. Target kami adalah meraih hasil terbaik seperti yang diraih pada tahun yang lalu,” kata Waworun-deng.(dni)
Hadapi Kejurnas Sprint Offroad
Hari Ini, Tim IMI Sulut Bertolak ke Palu
SESUAI rencana, Rabu (06/07) hari ini, Tim Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulut yang akan berkiprah di Kejuaraan Nasional Sprint Offroad di Palu Sulawesi Tengah, akan me-ninggalkan Manado menuju Palu.
Manajer Tim IMI Sulut, Max Wurarah SH kepada Komentar, kemarin mengatakan bahwa Tim Sulut yang berkekuatan tiga mobil telah siap untuk berkiprah di iven yang bakal digelar, 08-09 Juli 2006
Diperkuat Ronny Eman dan Tommy Kaunang serta Gerald Kaunang dan Meksi, Tim Sulut bakal menantang peserta-peserta dari berbagai daerah yang hadir di iven tersebut.
“Peluang untuk meraih gelar cukup terbuka, tapi kami tetap akan mewaspadai beberapa peserta dari daerah lain yang juga sangat berambisi untuk meraih prestasi di iven ter-sebut,” tutur Wurarah, yang juga adalah Sekretaris Pengda IMI Sulut.
Sementara itu, Ketua Umum IMI Sulut, Drs Ronny Eman, yang akan mengambil bagian di iven tersebut mengaku bahwa peluangnya untuk bersaing cukup terbuka lebar.
Hanya, prestasi bisa dipetik jika tidak ada permasalahan dengan kendaraan yang bakal digunakan. “Saya sendiri siap untuk berlomba, tapi jika ada masalah dengan kendaraan tentu sulit untuk meraih prestasi.
Mudah-mudahan tidak ada masalah dengan kendaraan sehingga kami bisa meraih prestasi di iven tingkat na-sional itu,” imbuh Eman, yang juga adalah anggota Dekot Manado.(dni)
Catur GMW Marseille 2006
Irene Taklukkan Juara Prancis
BABAK ketiga turnamen Grandmaster Wanita Marseille 2006 di Marseille, Prancis, Senin (03/07) dini hari WIB dilalui pe-catur Indonesia MFW Irene Kha-risma Sukandar (rating 2213) de-ngan lebih mudah dibandingkan dua babak pertama. Irene me-nang pada langkah ke-22 per-tahanan Italia.
Menurut Humas PB Percasi, Kristianus Liem melalui email-nya kepada Komentar, Sarah Bismuth, 14, yang baru sebulan lalu menjadi Juara Prancis KU14 tahun, mainkan langkah 3…Ge7 untuk menghindari per-siapan Irene. Biasanya ia me-nempatkan gajah tersebut di pe-tak aktif c5, bukan petak e7 yang kemudian terkurung oleh bidak-bidaknya sendiri.
Mengetahui lawannya kalah pengalaman dibandingkan di-rinya, Irene sengaja bermain lambat dan posisional dengan menekankan penguasaan pada sentrum. Sarah mulai tidak sa-bar dan mendobrak sentrum de-ngan 13…d5, sayang dua lang-kah kemudian ia membuat langkah lemah 14…Ke4 yang dibalas secara tepat oleh Irene dengan memukul kuda tersebut dengan gajahnya, bukan de-ngan kudanya yang kalau itu dilakukan bakal menciptakan keseimbangan.
Pada langkah ke-17 Sarah membuat langkah lemah meng-geser menterinya ke petak f6 se-hingga sepasang kuda Irene me-rangsek ke pertahanan lawan dengan keuntungan tempo dan mengancam merebut kualitas (menukar kuda dengan ben-teng). Untuk menghindari kalah kualitas tersebut Sarah me-nggerakkan bentengnya ke pe-tak e6, yang memberi kesem-patan Irene melancarkan sera-ngan lainnya berupa penggar-puan dua perwira lawan dengan bidaknya.
Sarah berupaya keras meng-hindari kekalahan perwira de-ngan melancarkan serangan ba-lik berupa pemakuan (pinning) menteri. Tetapi serangan ber-tubi-tubi yang dilancarkan Irene dari sayap menteri, sentrum maupun sayap raja sulit ditang-kis lagi. Sarah menyerah pada langkah ke-22 setelah melihat bakal kalah satu perwira ringan. Hasil tersebut membuat Irene berada di puncak klasemen se-mentara bersama-sama MI MFW Natasha Benmesbah dari Prancis dengan 2,5 angka.(*/dni)
Komunitas Bridge Minahasa
Desak Segera Digelar Musda
MERASA kecewa atas kepe-mimpinan Ketua Umum Ga-bungan Bridge Minahasa (Gab-min), Rull Kuron, komunitas bridge Minahasa mendesak agar segera digelar Musyawarah Da-erah (Musda) guna memilih pe-mimpin yang baru.
Sejumlah pebridge asal Mina-hasa, yang tengah berkumpul di kejurnas bridge ke-44 di Jakarta, kepada Komentar, mengaku su-dah tidak tahan dengan pola ke-pemimpinan ketua umum seka-rang yang sering mengambil ke-untungan pribadi saat tim Mina-hasa mengikuti iven berskala nasional.
“Tiga kejurnas kami harus me-mendam rasa kecewa karena ketua umum gabmin sering men-cari keuntungan sendiri. Kalau dia tetap dipertahankan sebagai ketua umum saya kira seluruh pemain handal dari Minahasa akan hengkang pindah ke daerah lain. Sudah cukup Franky Karwur, Santje Panelewen yang harus meninggalkan Minahasa karena kecewa dengan kepemimpinan Rull Kuron,” ujar salah satu pe-main Gabmin, yang namanya eng-gan disebutkan.
Menurutnya, selama ini pemain enggan bersuara lewat media kare-na menghormati ketua umum. Tapi, ketika ketua umum harus memotong bantuan dari bupati membuat seluruh pemain sudah menyatakan tekad untuk segera melengserkan Rull Kuron dari kursi ketua umum Gabmin. “Se-harusnya Ketua Umum Gabmin memang bukan Rull Kuron ka-rena hingga saat ini belum dilan-tik. Jadi, tidak ada salahnya seka-rang ini dilakukan pergantian secepatnya,” imbuhnya.(dni)
|
|