|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Dewan Gereja minta Israel tahan diri
Palestina Sambut Baik Jihad Ormas Islam RI
|
Keinginan sejumlah ormas (organisasi kemasyarakatan) Islam mengirim anggotanya berjihad melawan Israel, di-sambut sukacita Duta Besar Palestina Fariz Mehdawi. Dia berharap dukungan moril tersebut akan mendorong komunitas internasional mengambil langkah bersama menghentikan agresi militer Israel yang berlangsung dua minggu terakhir ini.
“Kini yang perlu dilakukan (rakyat Indonesia) bersama Pemerintah RI adalah terus menyuarakan dukungannya dengan keras dan mendorong komunitas internasional mengambil tindakan atas apa yang terjadi di Palestina,” ujar Mehdawi usai diterima Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Sela-tan, Jakarta, Selasa (04/07).
Menurutnya, sebagaimana dilansir detik, isu pengiriman pasukan jihad merupakan dorongan moral bagi semangat juang rakyat Palestina. Dia berharap isu tersebut mengge-rakkan media massa berita-kan apa yang berlangsung di Palestina.
Gencarnya pemberitaan itu pada gilirannya mendorong komunitas internasional se-perti PBB dan Gerakan Non-blok mengambil langkah nyata menghentikan agresi militer Israel. Sementara di satu sisi akan membuat malu pihak pendukung Israel menerus-kan dukungannya.
“Perjuangan tidak bisa kami wujudkan hanya di medan perang. Belajar sejarah Indo-nesia dan Afrika Selatan per-juangkan kebebasannya, ke-merdekaan memerlukan juga dukungan internasional. Du-kungan internasional bisa membuat perbedaan kema-juan signifikan,” papar Meh-dawi.
Pada pertemuannya dengan JK, Mehdawi menyampaikan perkembangan terakhir di Jalur Gaza yang dua minggu terakhir memburuk dibom-bardir Israel. Agresi militer menambah buruk krisis ke-manusiaan akibat blokade eko-nomi yang diterapkan Israel bersama dengan AS dan Uni Eropa. Selain tidak ada lagi aliran listrik akibat instalasi pembangkit listrik telah han-cur, arus bantuan kemanu-sian dari PBB dan negara-ne-gara sahabat lain juga terta-han akibat isolasi Israel.
“Kami sangat menghargai du-kungan pemerintah dan rakyat Indonesia. Dukungan yang diberikan Indonesia berbeda dengan negara-negara lain yang hanya melihat permasa-lahan dari satu sisi. Indonesia memandangnya dengan dua mata, bahwa kemerdekaan Palestina harus diikuti dengan dinyatakannya Yerusalem sebagai Ibukota Palestina,” tambahnya.
Pada bagian lain, Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Sedu-nia (World Council of Chur-ches/WCC) Pdt Dr Samuel Kobia menyesalkan atas ke-kerasan yang semakin berko-bar antara Palestina dan Israel.
Pemimpin WCC itu menyata-kan seruan kepada komunitas internasional “untuk meng-ambil tindakan yang baru dan tegas untuk mempertahankan hukum internasional dan mematahkan “siklus sengit” di wilayah tersebut.
Dr Kobia mengakui hak Is-rael “untuk memastikan kea-manan bagi warganya” namun meminta Pemerintah Israel untuk “menahan diri untuk tidak menggunakan kekuatan militer secara berlebihan dan secepatnya membuka nego-siasi yang adil untuk mene-mukan solusi permanen de-ngan mengakhiri pendudukan ilegal dan memastikan keda-maian yang adil.”
Kobia juga mengalamatkan seruannya untuk para pemim-pin Palestina agar mereka juga “terus mencari platform untuk negosiasi yang adil dan ber-pegang pada penghentian konflik senjata dan adanya solusi diplomatik.”
Ia sebagaimana dilansir christianpost.com, menge-luarkan pernyataan itu dalam sebuah surat bertanggal 30 Juni yang meminta dibe-baskannya prajurit Israel, para pemimpin Hamas yang ditawan, dan juga penghen-tian Operasi “Summer Rain”.
Surat itu dikirimkan pada perwakilan kelompok Quartet (AS, Uni Eropa, PBB dan Russia), Presiden Otoritas Palestina dan PM Israel.
“Gelombang kekerasan jika terus dilanjutkan hanya akan menambah penderitaan bagi rakyat Palestina, korban utama dari konflik berkelan-jutan ini.” Ia menyimpulkan, ukuran pembalasan tidak akan menyelesaikan perma-salahan, malah akan meng-hasilkan kepahitan dan ke-bencian yang lebih dalam.(dtc/cpc)
|
|