|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Senjata Koesmayadi Dipakai Operasi di Aceh
|
Asal-usul ratusan senjata api di kediaman Waaslog KSAD Alm Brigjen Koesmayadi mulai terungkap. Ratusan senjata itu ternyata datang dari Singa-pura dan digunakan untuk operasi di Aceh. “Memang per-soalan ini akan ditanyakan ke-pada atase pertahanan Singa-pura karena ini keluarnya dari Singapura dan sebagian dipa-kai untuk operasi di Aceh,” kata anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat Sidqi Wahab kepada wartawan di sela-sela rapat tertutup de-ngan Kepala BIN Syamsir Si-regar di Gedung DPR, Sena-yan, Jakarta, Selasa (04/07).
Dijelaskan oleh Sidqi Wahab, dalam rapat tertutup dengan Kepala BIN Syamsir Siregar ini banyak anggota DPR yang mempertanyakan kasus ter-sebut. “Sebenarnya nggak ada agenda soal penemuan senja-ta di rumah Koesmayadi. Cu-ma pasti beliau (Kepala BIN) sudah mempersiapkan. Pasti ada pertanyaan soal itu. Inti-nya memang seyogyanya pim-pinan TNI terutama Angkatan Darat harus tahu adanya sen-jata. Itu kata beliau (Kepala BIN),” kata Sidqi seperti dilan-sir detik.
Rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kepala BIN ini sebenarnya sudah direncana-kan lama oleh Komisi I DPR berdasarkan rapat internal Komisi I DPR pada 4 Mei 2006 silam. Namun anggota Komisi I DPR lebih tertarik membahas penemuan senjata di ke-diaman Koesmayadi.
Mabes TNI AD melansir pe-nemuan 145 puncuk senjata, 28 ribu amunisi, 9 granat dan 28 teropong di kediaman Koesmayadi pada 29 Juni lalu. Kasusnya kini ditangani oleh Puspom TNI AD. Penemuan itu terkait dengan standar ba-ku bahwa setiap anggota TNI yang meninggal harus me-ngembalikan berbagai per-lengkapan militer termasuk senjata. Namun informasi dari BIN menyebutkan, senjata yang ditemukan mencapai 180 buah.(dtc)
|
|