|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Konsultasi Publik MSM Diwarnai Demo
|
Acara sosialisasi dan konsultasi publik PT Miares Soputan Mining (MSM) di Aula Manado International School (MIS), Selasa (05/07) kemarin, menarik dan unik.
Selain diwarnai demo oleh pu-luhan warga Likupang yang ke-beratan karena tidak diizinkan masuk dalam ruangan konsul-tasi, juga diwarnai dengan bagi-bagi duit yang dilakukan PT (MSM) usai rapat.
Masing-masing peserta yang mengantongi undangan, men-dapat uang jalan bervariasi an-tara Rp 200 ribu dan Rp 250 ribu. Dan ini berlaku bagi siapa saja yang hadir, termasuk kalangan eksekutif dan legislatif.
Pemberian uang jalan ini, di-nilai wajar, sebab peserta yang diundang, datang sendiri. Ha-nya saja jadi unik ketika para wakil rakyat dan birokrat ikut kebagian.
Akibat sikap sejumlah anggota dewan yang ikut mengambil da-na tersebut, langsung menjadi pembicaraan hangat dikalangan warga yang melihat, termasuk para satpam dan sejumlah per-sonel polisi yang ada. “Empas ambe jo kong kase pa torang, ini ambe kong langsung nae oto. Bagaimana mau sorot MSM ka-lau begini. Enter gete-gete tada, bagaimana deng cakalang?,” ujar sejumlah satpam berke-lakar.
Namun dari pemantauan, Wa-kil Ketua DPRD Minut Thomas TH Sagay dan Ketua BK Minut, Sumual Yantje Paulus tidak jadi mengambil uang dan memilih meninggalkan amplop pem-berian PT MSM.
Sementara itu, puluhan warga dari Likupang menggelar aksi demo. Mereka meminta agar PT MSM tak melakukan penam-bangan emas di Likupang sebab akan mencemari lingkungan laut, di mana sebagian besar masyarakat Likupang hidup se-bagai nelayan.
Kegiatan ini sendiri digelar PT MSM dalam rangka persiapan revisi Amdal. Hanya saja selama percakapan, tidak sedikit so-rotan yang disampaikan warga, yang intinya tak menghendaki kehadiran MSM di Liku-pang.(ran)
|
|