HOME : FOOTBALL

Berita Kota Manado dan Sekitarnya 

05 July 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Puluhan Napoleon Dikembalikan ke Habitatnya

 
Puluhan ikan Napoleon yang dikenal khasiatnya dan karena itu harganya menjadi sangat mahal, Selasa (04/07) kemarin, dikembalikan ke habitatnya, yakni di taman laut Bunaken. Pemulangan ikan-ikan yang masih dikategorikan Apendiks II atau terancam punah ini dilakukan oleh pihak BKSDA dan pemilik sekaligus penampung ikan, Bapak Yuk didampingi Yayasan Lestari. 
Saat ditemui di Murex Kalasey sebelum bertolak ke Bunaken, Kepala BKSDA, Ir. Dominggus mengungkapkan, pemulangan ikan-ikan jenis Napoleon ini setelah penangkapan di Bandara SamRatulangi pekan lalu. Ketika itu, lanjut Dominggus, pihaknya mendapat laporan dari bagian karantina di bandara, ada jenis ikan yang hendak dibawa keluar daerah. “Setelah diperiksa, dokumen yang tertulis ikan jenis Karapu, ternyata berisi puluhan ikan Napoleon,” jelasnya. 
Dominggus menerangkan, memang ikan napoleon ini belum termasuk satwa yang dilindungi, masih dalam kategori Apendiks II atau terancam punah. Juga penjualan ikan-ikan yang harganya per kilo mencapai Rp 8 Juta ini sebenarnya tidak dilarang, namun harus sesuai kuota dari BKSDA, dan jika ingin diekspor, harus seijin Dirjen BKSDA dan LIPI. Menariknya, daerah Sulut sendiri belum memiliki kuota yang ditetapkan, karena belum terdaftarnya pengusaha atau penampung ikan-ikan Napoleon. 
Lain halnya dengan pengakuan pemilik/penampung ikan Napoleon, Bapak Yuk. Pria asal Bunaken ini mengaku usaha yang dijalankannya sudah enam tahun, tepatnya sejak tahun 2000 silam. Saat ditangani Dinas Perikanan lalu, pihaknya tidak mendapat kesulitan jika ingin menjual ikan-ikan napoleon. Memang kurangnya sosialisasi tentang aturan, menjadi penghambat usaha ikan ini. 
Meski merelakan puluhan Napoleon pulang kampung, Bapak yang tinggal dikelurahan Malalayang satu ini akan terus menekuni usahanya. “Saya membeli dari penangkap-penangkap ikan kemudian menjual ke Surabaya. Disana ada langganan yang memang permintaan terhadap jenis ikan ini sangat tinggi,” ungkap Yuk. (mon)

 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin