|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Bantuan ke Pintim Perlu Gunakan Helikopter !
|
Laporan beberapa warga Pinolosian, seperti dari Hasan Ali Umar dan Imran, tentang kondisi warga di Kecamatan Pinolosian Timur (Pintim) yang sampai sekarang masih belum terjangkau oleh bantuan lantaran kerusakan sarana transportasi, belakangan dibenarkan legislator Bolmong asal Pinolosian, Herson Mayulu SIP.
Bahkan Ketua Komisi C Dekab Bolmong ini menawarkan solusi, untuk membawa bantuan pangan dan obat-obatan dengan cara lain.
“Melihat kondisi jalan dari Pinolosian Tengah (Pinteng) menuju Pintim, saya pesimis kalau bantuan bisa diantar lewat jalan darat. Karena banyaknya titik-titik longsor bahkan ada beberapa bagian badan jalan yang ambrol, sepanjang jalan menuju ke sana yang jaraknya sekitar 80 Km. Bantuan ke Pintim itu cuma boleh dikirim lewat jalur udara, seperti dengan menggunakan helikopter,” saran Herson yang mengaku sempat terperangkap banjir selama tiga hari di Pinolosian, dan tiba dengan selamat di Kotamobagu, Senin (03/07) malam lalu.
Menurut Mayulu, Wilayah Pintim sudah terisolir sejak banjir dan longsor menerjang tanggal 23 Juni lalu. Upaya maksimal untuk menyalurkan bantuan ke sini, hanya mampu mengangkut satu ton beras dengan menggunakan transportasi laut. “Tapi sekarang ombak sedang mengamuk, sehingga sangat sulit untuk ditembus lagi. Kalaupun memang pengiriman bantuan pangan dan obat-obatan dipaksakan lewat jalur laut, ada satu cara meskipun masih cukup berisiko, yakni dikirim dengan kapal mulai pukul 04.00-06.00 dinihari, ketika ombak agak mereda,” kata dia.
Herson juga turut membenarkan bahwa bantuan untuk wilayah Pinteng sudah tembus, meskipun dia menyaksikan sendiri betapa aparat TNI di bantu Polri dan masyarakat harus bekerja keras memikul pangan dan obat-obatan lalu berjalan kaki menyusuri jalan di kompleks Gontung Desa Mataindo, sepanjang lebih dari 1 km yang telah ambrol.
“Wilayah Pinteng tidak ada masalah lagi, yang harus kita pikirkan bersama saat ini adalah bagaimana menyalurkan bantuan ke Pintim. Karena sampai saat ini juga, bantuan yang harusnya akan dikirim di Pintim masih tertahan di Koramil Pinolosian. Sekali lagi, meskipun biaya pengiriman bantuan lewat udara itu mahal, namun tampaknya inilah opsi terbaik yang perlu dilakukan demi menyelamatkan saudara-saudara kita di Pintim yang kini mulai terserang penyakit dan terancam kelaparan,” gugah Wakil ketua 1 DPD II PG Bolmong ini.
Sejak senin lalu, ribuan warga Pinolosian yang sebelumnya dikhabarkan mengungsi di pegunungan sudah turun ke kampung masing-masing. Mereka sekarang terfokus pada bagaimana bisa bertahan hidup, dan sangat membutuhkan uluran tangan dari semua warga Sulut.(tus)
|
|