|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Warga Keluhkan Proyek
Drainase Pusat Kota
|
Pengerjaan proyek drainase berbandrol Rp 306.900.000 yang dananya bersumber dari APBN di kawasan pusat Kota Amurang tepatnya di depan Topas, dikeluhkan warga. Ini dikarenakan kegiatan proyek tersebut mengganggu arus transportasi yang ujungnya membawa dampak gangguan pada aktivitas warga.
Berce Pangemanan warga Amurang yang tinggal di pusat Kota Amurang misalnya. Ia mengaku sangat terganggu dengan pengerjaan proyek drainase ini. Padahal drainase di pusat kota tersebut baru dikerjakan atau diperbaiki dua tahun silam, dan papan mal yang sedang dibongkar masih baru.
“Ini sangat menganggu arus transportasi. Buktinya kemacetan sering terjadi di depan Kios Topas karena badan jalan sudah semakin sempit dengan adanya bongkaran trotoar dan tanah tertumpuk yang ditaruh di hampir setengah badan jalan,” keluh Berce Pangemanan, warga Amurang.
Masalah lain lagi, tambahnya, penggalian drainase ini menyebabkan terjadinya genangan air. Penggaliannya lebih dalam dari arah arus air yang mengalir di drainase tersebut. “Proyek yang ditangani propinsi ini sebenarnya belum terlalu urgent. Kan masih banyak lokasi yang seharusnya menjadi prioritas uang boleh dikata rawan bencana,” tutur Pengemanan.(jok)
|
|