HOME : FOOTBALL

Headlines News  

06 July 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Auf Wiedersehen Deutschland!


SELAMAT tinggal Jerman (Auf Wiedersehen Deutchland). 
L’histoire se repete (Bahasa Prancis) yang artinya ‘’sejarah itu selalu berulang’’ benar-be-nar manjur. Siklus 12 tahunan ternyata benar-benar milik Azzurri. 
Setelah mampu menembus babak final PD 1970 di Meksiko, PD 1982 di Spanyol, dan PD 1994 di Amerika Serikat, Italia 
kembali berhasil melangkah ke babak pamungkas PD 2006 di Jerman, setelah dalam ba-bak semi final yang berlang-sung di Westfalenstadion, Dortmund, Selasa malam, membungkam pasukan Jur-gen Klinsmann 2-0 lewat perpanjangan waktu. 
Sebaliknya, kekalahan ini semakin memperpanjang seja-rah rekor buruk Tim Panzer bertemu Italia di ajang Piala Dunia. Setelah menelan keka-lahan 3-4 lewat perpanjangan waktu di babak semi final PD 1970 di Meksiko, Jerman pun gagal meraih kemenangan saat bertemu Azzurri di final PD 1982 yang berlangsung di Spanyol. Walhasil, inilah kekalahan ketiga bagi Jerman dari lima kali pertemuannya dengan Italia di Piala Dunia. Dua partai lainnya berakhir dengan imbang.
Kegagalan ini terasa begitu menyesakkan bagi Klins-mann, Michael Ballack dkk, dan lebih dari 60.000 penon-ton. Pasalnya, mereka begitu yakin pertandingan akan di-akhiri dengan adu tendangan penalti—satu hal yang menja-di keuntungan bagi Jerman yang piawai dan punya rekor bagus dalam menendang pe-nalti di ajang Piala Dunia. Wajar, jarum jam menunjuk-kan babak kedua perpanja-ngan waktu tinggal tersisa dua menit. Namun, inilah sepak-bola yang menganut falsafah sebelum peluit akhir berbunyi segalanya bisa terjadi. 
Sesuatu yang ditegaskan Marcello Lippi sehari sebelum pertandingan. Dan akhirnya terbukti. Di menit ke-119, de-ngan ketenangan luar biasa, deep playmaker Italia Andrea Pirlo mengontrol bola hasil re-bound dari tendangan penju-ru. Lalu, Pirlo memberikan so-doran ke kotak penalti yang disambut dengan tendangan first time oleh bek kiri Fabio Grosso. Bola sepakan Grosso berjalan melengkung, melun-cur ke pojok kanan gawang tanpa bisa dijangkau Jens Lehmann. 
Ketika Jerman berusaha ke-ras menyamakan kedudukan dalam waktu yang terbatas, serangan balik Italia berbuah gol kedua. Kali ini, Alberto Gi-lardino dan Alessandro Del Pi-ero patut diacungi jempol. Gi-lardino yang menusuk sendi-rian ke kotak penalti, sengaja melambatkan jalannya bola untuk memberi kesempatan rekannya berlari dari second line. Del Piero menyambut so-doran pendek Gilardino dan tanpa kesulitan melambung-kan bola ke pojok kiri atas ga-wang Lehmann. 2-0 untuk Ita-lia, dan wasit Benito Archun-dia dari Meksiko membunyi-kan peluit akhir pertandingan.
Di awal pertandingan, Klins-mann memainkan Sebastian Kehl menggantikan Torsten Frings yang dihukum FIFA dan Tim Borowski menggan-tikan Bastian Schweinsteiger. Di lain pihak, Lippi menduet-kan Totti dan Luca Toni di lini depan. Artinya, Italia menu-runkan empat gelandang. Tanpa dinyana, justru Italia yang tampil bagus di awal pertandingan babak pertama. Selama 10 menit pertama, Francesco Totti dkk tampil perkasa mendominasi pe-nguasaan bola dan mengenda-likan jalannya permainan. Se-baliknya, Jerman tampil rada gugup. Tidak tampilnya Frings memang membuat lapangan tengah Tim Panzer sedikit goyah. 
Italia punya peluang bagus di menit ke-16, ketika umpan terobosan Totti secara jitu mampu menembus lini bela-kang Jerman. Simone Perotta yang lolos dari jebakan off-side gagal mengontrol bola secara mulus sehingga dapat di-amankan Jens Lehmann. Italia kembali mendapatkan peluang ketika Fabio Grosso mampu menaklukkan Arne Friedrich di sisi kanan perta-hanan Jerman. Umpannya ke kotak penalti mampu diterus-kan Toni, namun masih dapat diblok Per Mertesacker. Pe-luang terbaik di babak per-tama diraih Jerman di menit ke-34. Miroslav Klose mampu mencuri bola dari Andrea Pirlo. Sodorannya ke kotak pe-nalti disambut Schneider yang berdiri bebas. Sayang tenda-ngannya tipis di atas mistar Buffon.Sampai babak pertama berakhir, kedudukan masih tetap imbang tanpa gol. 
Di babak kedua, giliran Jer-man yang menggebrak. Di me-nit ke-61, tendangan Lukas Podolski masih bisa ditepis Gianluigi Buffon. Bola pantul disambar Arne Friedrich dan melambung. Schweinsteiger masuk menggantikan Borows-ki. Lippi menarik Toni dan me-mainkan Gilardino. 10 menit menjelang usai, Klinsmann menambah daya gempur de-ngan memasukkan David Odonkor. Tapi, justru Italia yang nyaris mencetak gol lima menit menjelang usai. Un-tunglah Lehmann bergerak lebih cepat dari Simone Pe-rotta yang mendapat bola flick dari Gilardino. Sampai babak kedua tetap tanpa gol.
Di awal perpanjangan waktu, Lippi menunjukkan kemata-ngannya dengan memasuk-kan Iaquinta. Hanya 40 detik, Italia nyaris mencetak gol, ketika tendangan Gilardino dari jarak dekat hanya menge-nai tiang. Satu menit kemu-dian, bola rebound dari tenda-ngan sudut disambut Gianlu-ca Zambrotta. Lehmann terpa-na. Bola hanya membentur mistar atas gawang. Penonton pun terdiam sejenak. Menya-dari waktu kian mepet, di awal babak kedua perpanjangan, Lippi memainkan kartu truf-nya yang terakhir, Alessandro Del Piero. Sementara Klins-mann menarik Klose, mema-suk kan Neuville. Di menit ke-112, peluang terbaik Jerman datang. Tendangan Podolski mampu ditepis Buffon. Setelah itu, Italia semakin gencar me-nekan lini pertahanan Jer-man. Upaya Lippi berbuah ha-sil ketika pertandingan tinggal tersisa dua menit.
Dengan kemenangan ini, di babak final yang akan berlang-sung di Olympiastadion, Berlin, 9 Juli mendatang, Italia akan berhadapan dengan pemenang partai semifinal lainnya antara Prancis vs Portugal yang sedang berlangsung ketika berita ini naik cetak dini hari tadi.(lbc/*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin