HOME : FOOTBALL

Headlines News  

06 July 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Takdir Ballack


EMPAT tahun silam, Michael Ballack terpaksa duduk di bang-ku cadangan ketika Jerman berjuang menahan gempuran Ronaldo dkk di babak final PD 2002 di Jepang-Korea. Akumu-lasi kartu kuning membuat play-maker Jerman itu harus meni-tikkan air mata menyaksikan Oliver Kahn dkk berjuang ‘sen-dirian’. Kini, di kandang sendiri, 
air mata kembali menggenang di pipi Ballack, setelah hanya dalam dua menit, performa gemilang dari anak-anak Italia mengubur mimpi dan ambisi timnya melangkah ke babak pamungkas. Ballack pun seperti ditakdirkan untuk tidak dapat bermain di partai puncak Piala Dunia.
Seusai wasit Benito Archun-dia (Meksiko) meniup peluit akhir tanda pertandingan usai, pemain yang begitu di-puji Jose Mourinho, itu tak kuasa untuk kembali bercu-cur air mata. “Sangat pahit ra-sanya bagi kami tersingkir dengan cara seperti ini, satu menit dari peluit akhir,” kata Ballack. “Pahit, pahit, tapi bukannya kami tidak pantas, bukan. Kami memang tampil terlambat panas di babak per-tama, tapi kami mampu tampil bagus di babak kedua,” im-buhnya.
Menurut mantan kapten Ba-yern Muenchen yang musim depan akan tampil bersama Frank Lampard di Stamford Bridge, penampilan Tim Pan-zer tidak kalah jika dibanding performa Azzurri. “Pertandi-ngan itu berjalan seimbang. Memang, Italia mempunyai peluang lebih bagus di babak perpanjangan waktu ketika tendangan mereka memben-tur mistar gawang dua kali. Tapi, saya rasa, sesudah itu kami pun punya sejumlah pe-luang emas, terutama sundu-lan Lukas Podolski,” tegas Ballack.
Hanya dalam hitungan detik memasuki babak kedua per-panjangan waktu, Italia sung-guh membuat degup jantung 60 ribu penonton di Westfa-lenstadion, Dortmund, ber-henti sejenak ketika tiba-tiba Alberto Gilardino lolos dari pe-ngawalan Christoph Metzel-der, dan mampu mengecoh ki-per Jens Lehmann. Sayang, tendangannya hanya mem-bentur tiang gawang. Semenit kemudian, giliran mistar atas Lehmann yang tertimpa ten-dangan Gianluca Zambrotta.
Jerman pun punya dua pe-luang lewat Podolski. Pertama, ketika sundulannya melebar padahal posisi Podolski sen-diri sangat bebas. Kedua, keti-ka tendangan kandidat Pe-main Muda Terbaik itu mam-pu secara gemilang ditip Gian-lugi Buffon, delapan menit menjelang pertandingan usai.
Lantas, datanglah passing sempurna dari Andrea Pirlo, man of the match, yang men-set-up kemenangan Italia. “Saya tidak begitu tahu apa yang terjadi,” kilah Ballack. “Tendangan penjuru dari Italia mampu kami halau. Tiba-tiba Pirlo melakukan tindakan gemilang. Biasanya, seorang pemain akan melakukan tendangan ke gawang, tapi apa yang dilakukannya sungguh luar biasa, berlari masuk ke kotak 16 meter. Kami punya tiga pemain didekatnya, tapi tidak dapat menghalanginya untuk melakukan passing kepada (Fabio) Grosso. Apalagi tendangan Grosso benar-benar cantik. Penyelesaian akhir yang luar biasa,” kata Ballack.
Dengan kembali hilangnya ke-sempatan bermain di partai pamungkas Piala Dunia mem-buat Ballack meratapi nasibnya sendiri. “Sepertinya, saya ditak-dirkan untuk tidak dapat ber-main di partai puncak. Pahit ra-sanya,” kata Ballack lirih.(lbc/*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin