|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Nilai
paket C dianggap mubazir
Sajow: Jika Siswa Berkeinginan, PDK Siap
Fasilitasi
|
Rencana sejumlah pihak agar sistem paket C diterapkan bagi para siswa SMA/SMK yang tak lulus dalam pelaksanan Ujian Akhir Nasional (Unas) baru-baru ini, bakal tak berlaku di Kabupaten Minahasa. Pasalnya, pihak PDK terlihat ‘dingin’ untuk memberlakukan sistem paket C tersebut.
Kepala Dinas (Kadis) PDK Minahasa, Drs Jantje Sajow MSi kepada Komentar, Rabu (05/07) kemarin menjelaskan, pada prinsipnya pihaknya me-nerima dan siap memfasilitasi sistem paket C jika diinginkan para siswa yang tak lulus.
Namun kesimpulan pihak-nya sampai saat ini, sistem paket C kurang tepat dan ba-kal mubazir. Persoalannya, sistem ini tak bisa menjamin bahwa pihak universitas negeri maupun swasta, akan menerimanya, apalagi system ini baru akan dilaksanakan setelah penerimaan maha-siswa baru (Oktober).
“Kalo sistem paket C tersebut baru dilakukan bulan Okto-ber, berarti tidak bermanfaat bagi siswa, sebab penerimaan mahasiswa baru, sudah ditutup,” jelas Sajow.
Dijelaskan Penatua Komisi Remaja Sinode GMIM ini, demi kelancaran dan kemajuan pendidikan siswa yang tak lulus di Minahasa, pihaknya hanya bisa menyarankan agar bersedia mengulang kembali pada tahun berikutnya. Lagi pula jarak antara pelaksanaan Unas dan sistem paket C, tidak lama berselang. “Torang pikir, dari pada itu siswa ikut paket C bulan Oktober nanti, lebe bae mengulang Unas ta-hun depan supaya terfokus,” saran Sajow.
Ditambahkannya, meski de-mikian, pihaknya tak mau me-nolak atau menghalangi ke-mauan para siswa yang tak lu-lus untuk mengikuti program paket C itu. Jadi, apabila ada siswa SMA/SMK yang tak lulus dan punya niat ikut, maka pihak-nya menerima dan akan men-daftarkannya untuk selanjut-nya ikut tes pada bulan Oktober.
Seperti diketahui, dari 2.347 peserta Unas siswa SMA/SMK di Kabupaten Minahasa, terdapat 33 siswa yang tak lulus, karena berbagai faktor seperti, sakit, telah menikah maupun yang gagal karena tak mencapai nilai minimum yang ditetapkan.(pen)
|
|