|
|
|
|
![]() |
![]() |
Sumampow Imbau Hati-Hati Soal Penipuan Bantuan Gereja
Modus penipuan untuk pemberian bantuan kepada sejumlah gereja kembali terjadi. Jika sebelumnya mereka mancatut nama Kepala Kanwil Depag Sulut Drs H Otoluwa, kali ini ganti nama Kabid Urusan Agama Kristen Kanwil Depag Sulut Dra Josephien A Sumampow MTh. Menanggapi hal ini Sumampow menghimbau seluruh gereja untuk hat-hati.
Kepada Komentar, Rabu (05/07) Sumampow menjelaskan, memang sebelumnya Kanwil Depag Sulut pernah memberikan bantuan ke sejumlah tempat ibadah yang rusak banjir dan tanah longsor kepada tiga gereja berupa uang tunai Rp 15 juta. Di antaranya seperti Gereja Efrata Pontak di Rayonapo, GPDI Sion Tanawangko dan GPDI Karmel Dendengan Dalam.Dimana bantuan ini memang dikhususkan untuk tempat-tempat ibadah yang mengalami kerusakan berat akibat bencana, dan itu setelah dilakukan peninjauan.
Dan penyaluran ini harus melalui mekanisme, yaitu yang pertama pihak Depag menghubungi langsung kepada panitianya, selanjutnya ke bagian administrasi terus ke KPKN dan ke rekening gereja. Bahkan lanjutnya dalam pembangunan tempat ibadah ini, pihak pegawai Depag turut melakukan pemantauan langsung di lapangaan.
”Jadi apabila, ada oknum-oknum tertentu yang mengatakan pihak humas Kristen Kanwil Depag Sulut, untuk lebih jelasnya gereja yang bersangkutan bisa menghubungi pihak Kanwil Depag Sulut, dan selayaknya harus hati-hati dengan berbagai modus penipuan,” imbaunya.(aan)
Perkemahan Karya Remaja Minut Meriah
Perkemahan karya remaja GMIM Rayon Minahasa Utara yang resmi dibuka Senin (03/07) di Jemaat Immanuel Wori Wilayah Wori dan akan berakhir pada Sabtu (08/07) nanti berlangsung meriah. Ibadah pembukaan sebelumnya, dipimpin oleh Pdt L Pepa STh.
Kegiatan ini dibuka Ketua Umum Perkemahan Karya Remaja GMIM Rayon MinahasaUtara Sus Sualang-Pangemanan SPd. Dalam sambutannya, Ny Sualang menyatakan bangga, karena ternyata mereka (remaja) tidak memanfaatkan waktu libur sekolah ini dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Tetapi berkumpul bersama dalam kegiatan yang bermanfaat.
Ketua Panitia Perkemahan Remaja GMIM Minut Tonny Supit SE menyatakan bersyukur, karena walaupun harus melalui banyak tantangan, tetapi bisa dilalui panitia. “Selebihnya dari pada itu berkat kasih dan tuntunan serta anugerah Tuhan Yesus Kristus, kegiatan ini yang seperti pada waktu lalu disampaikan dijadikan sebagai tonggak awal untuk mengembalikan arti dan makna perkemahan gereja yang sesungguhnya,” ujarnya.
Disisi lain Panitia Seksi Sekretariat Alfon Rumambi juga menyatakan bersyukur, karena kegiatan ini dapat berlangsung sukses sesuai dengan harapan semua panitia.(aan)
Orientasi Mahasiswa Baru Juga Diisi Peskil dan LKMI
Orientasi mahasiswa baru tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya juga diisi dengan kegiatan Pesantren Kilat (Peskil) dan itu diwajibkan kepada mahasiswa baru beragama muslim.
Biasanya, selain menggelar Peskil yang dipusatkan disejumlah tempat, juga digelar Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Islam (LKMI). “Di sini, mahasiswa baru digembleng untuk bisa berpikir secara mandiri dan dewasa agar mereka bisa membedakan antara dunia kampus dan sekolah di SMA. Jika disekolah mereka masih memiliki sifat manja terhadap orang tuanya. Nah, melalui wadah ini mereka didik,” ujar anggota Badan Tazkir Kedokteran Unsrat Hendra dan anggota Badan Tazkir PIK Zamila P Rabu (05/07).
Di samping itu, mereka (mahasiswa baru-red) juga diperkenalkan dalam bentuk-bentuk organisasi di kampus. Intinya, mereka harus banyak memiliki wawasan lebih luas, cepat tanggap dalam berbagai hal serta kritis, agar nantinya mampu menjadi pemimpin.
“Pokoknya, kegiatan ini bertujuan untuk lebih banyak mendidik, agar bisa berpikir secara dewasa,” kata mereka.(aan)
Konflik Sunni dan Shiah, Tokoh Islam Ambil Langkah Solutif
Terhadap konflik sektarian antara Muslim Shia dan Sunni yang mengakibatkan ribuan Kristiani Irak melarikan diri karena ketakutan, menurut Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Pastor Frd Tawaluyan Pr, Selasa (04/07) sebaiknya agama Islam harus mengambil langkah solutif untuk keutuhan umat.
Pertama dan terutama kita harus prihatin dan berkompasio dengan masyarakat sipil disana yang mengalamisituasi konflik selalu menimbulkan kerugian besar. Bagaimanapun, kelompok Sunni atau Shia adalah satu kelompok umat Muslim. “Namun, menyikapi persoalan ini, sebaiknya tokoh agama Islam harus mengambil langkah solutif untuk kerukunan umatnya,”tandasnya.
Ia mengatakan, ini merupakan panggilan missioner bagi umat Islam sedunia , disamping jadi kewajiban seutuhnya. Akibat konflik ini, masyarakat kristiani dan lainnya tetap akan mengalami konsekwensinya.”Ini diibaratkan seperti dua gajah bertarung pelanduk mati ditengah”itulah hukum alam. Supaya tidak mati pelanduk harus menghindar, jangan berada ditengah konflik,” katanya
Dan terhadap mereka yang ingin eksodus ini, masyarakat dunia dan gereja universal harus mengambil sikap manusiawi dan kristiani, juga membantu dan membantu dan membantu.tapi kita jangan bergerak sendiri, melainkan harus bekerja bersama-sama dan sama-sama bekerja.(aan)
|
|