|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Banwas Sulut Diminta Usut
Proyek RSS Pengungsi Ruang
|
Adanya proyek perumahan bagi pengungsi Gunung Ruang yang diduga masalah, mem-buat sejumlah elemen masya-rakat meminta Banwas Sulut untuk turun lapangan menelu-suri dugaan penyimpangan pe-kerjaan pembuatan 60 unit RSS di Kecamatan Biaro tersebut.
“Banwas Propinsi jangan diam, tapi harus segera turun lapangan dan menelusuri ada-nya dugaan penyimpangan pengelolaan pembangunan ini,” tegas Koordinator DP-GPMP Sangihe, Drs Gabriel Mandiangan.
Dia menegaskan, RSS yang dipersiapkan pemerintah pusat untuk warga yang kena benca-na semburan gunung api ruang tiga tahun silam itu jangan di-pretelin apalagi dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. “Po-koknya dugaan kasus ini harus dipertangungjawabkan atau kami akan menyurati pihak ter-kait di Jakarta untuk melaporkan kebobrokan ini,” ancam Mandia-ngan. “Kontraktornya harus di usut dan kalau benar konstruksi bangunannya rapuh karena tak sesuai bestek dimintakan untuk memperbaikinya atau proses hukum jalan,” tambahnya.
Masalah Pasar Manente
Sementara itu, keberadaan Pasar Manente ternyata hingga kini masih terbengkalai. Jangan heran kalau sejumlah pihak meminta Bupati Drs Winsulangi Salindeho yang dinilai mampu mendinamisasikan pasar kem-barnnya yakni Tona, harus me-nyikapi juga kekurangan Pasar Manente. “Bupati sudah seha-rusnya segera menyikapi serius keberadaan fasilitas publik yang hingga kini masih dibiarkan tanpa fungsi yang jelas,” pinta komponen pemuda Sangihe Ridi Manikoe.
Menurutnya, kesalahan ini memang tertuju pada pemerin-tahan sebelumnya yang mene-rapkan konsep setengah hati. Hanya saja karena ini menjadi persoalan berkepanjangan, ma-ka diimbau kepada pimpinan daerah saat ini harus lakukan terobosan lain sebagaimana te-lah dioptimalkan fasilitas Pasar Tona yang kini terus berkem-bang ke arah yang lebih baik.(med)
|
|