|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
NU Larang Anggotanya Masuk FPI
|
Nahdlatul Ulama (NU) tampaknya mulai mengambil sikap tegas terhadap Front Pembela Islam. Terutama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (Jatim) yang ‘melarang’ para ulama, tokoh, dan aktivis NU bergabung atau masuk kepengurusan Front Pembela Islam (FPI).
“Kami imbau untuk tidak perlu bergabung dengan FPI. Tapi ini bukan semata-mata karena FPI-nya, melainkan penggunaan kekerasannya,” kata Ketua PWNU Jatim, KH Dr Ali Maschan Moesa MSi, di Surabaya, Jumat (02/06).
Ia mengemukakan hal itu ketika dikonfirmasi tentang aktivitas FPI yang akhir-akhir ini cukup ekstrem sampai terjadi pengusiran terhadap mantan Ketua Umum PBNU, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dalam sebuah diskusi di Purwakarta, sehingga memicu aksi pembubaran FPI di berbagai daerah di Jatim.
Menurut dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya itu, NU se-sungguhnya tidak secara khusus mencela FPI, melain-kan mencela cara penggunaan kekerasannya, karena itu aktivis NU tidak perlu ber-gabung dengan gerakan yang memakai kekerasan, apakah FPI atau bukan.
“NU sangat berkepentingan dengan hilangnya kekerasan dari Tanah Air tercinta, yang diperjuangkan para walisongo dan ulama lainnya tanpa kekerasan. Apalagi saat ini merupakan zaman ilmu, bu-kan zaman kekerasan, karena Belanda (zaman penjajahan) sudah tidak ada,” katanya seperti dilansir sinarharapan online.
Pengasuh Pesantren Luhur Al-Husna, Jemurwonosari, Surabaya itu menilai FPI akhir-akhir ini memang cen-derung mengambil alih peran polisi dengan melakukan sweeping dan merusak rumah atau toko tanpa melapor polisi yang memang berwenang secara hukum.
“NU sendiri akan memposisi-kan diri sebagai guru yang tak semata-mata mencela FPI, tapi NU akan bersikap amar makruf nahi munkar dengan mencela siapa pun yang menggunakan kekerasan, apalagi kita mempertaruhkan nama Islam,” katanya.
NU Jatim sendiri sudah mengeluarkan instruksi Nomor 1474/PW/Tanf/L/IX/2005 tertanggal 24 September 2005 yang menyikapi gerakan FPI tidak sesuai dengan wa-tak, garis, dan nilai NU, se-hingga para ulama, tokoh NU, dan aktivis NU diharapkan tidak perlu bergabung (masuk kepengurusan) pada FPI.
Alasannya, keterlibatan akti-vis NU secara fisik justru men-dorong NU secara institusi me-lakukan tindak pelanggaran hukum atau sikap tathorruf (ekstrem), karena itu jika ada tawaran atau ajakan FPI agar dikonsultasikan kepada PWNU/PBNU.(shc)
|
|