|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Rumah Rusak Yogya
Kalahkan Tsunami Aceh
|
Rumah yang rusak akibat gempa di Yogyakarta dan Ja-teng, ternyata lebih banyak dari rumah-rumah yang rusak akibat bencana tsunami di Aceh. Hal ini terungkap dalam pertemuan PBB dan kalangan NGO (LSM) di Yogyakarta, Ka-mis (01/06) malam.
Ketua Yayasan Berkati Indo-nesia, Jeff Hammond turut membenarkannya. Menurut-nya, sesuai laporan ada 132.000 rumah yang rusak akibat gempa bumi 27 Mei lalu. ‘’Ini berarti lebih banyak dibandingkan rumah yang rusak sewaktu tsunami meng-hantam Aceh,’’ ungkapnya.
Rumah-rumah di Yogya banyak rusak, karena kons-truksi rumah itu sendiri yang tidak sesuai ketentuan bangu-nan. ‘’Masalahnya, banyak warga yang membangun ru-mah murahan, tidak kuat tapi berat karena genteng,’’ kata-nya. Ketika terjadi gempa, ru-mah-rumah itu roboh dan gentengnya jatuh menimpa tuan rumah. ‘’Itu yang menye-babkan banyak yang mening-gal atau luka-luka akibat tertimbun,’’ ungkapnya.
Pada bagian lain, pernyataan mengagetkan disampaikan Wapres Jusuf Kalla.
Wapres mengatakan, saat ini tidak lagi dibutuhkan tenaga medis dari luar negeri. Kalla menilai kondisi rumah sakit dan aktivitas medis sudah mulai stabil.
“Medis dan rumah sakit su-dah mulai stabil. Sudah cukup rumah sakit lapangan dari bantuan asing,” ujar Wapres Jusuf Kalla kepada wartawan, usai rapat koordinasi Bakor-nas dengan Satkorlak dan Satlak di Gedung Agung, Jalan Malioboro, Yogyakarta, Kamis (01/06).
Kalla berharap, bantuan yang berasal dari luar negeri adalah bantuan yang diperlukan untuk rehabilitasi perumahan rakyat. “Lebih baik bantuan untuk rehabilitasi rakyat dan perumahan dari pada tenaga medis,” imbuhnya.
Mengenai penyaluran bantu-an yang berasal dari luar kota-kota yang terkena bencana, Kalla menyatakan ke depan-nya penyaluran bantuan ter-sebut akan dipersingkat de-ngan menggunakan kereta api. Dia berpendapat tidak pengiriman bantuan makanan seperti mi instan tidak efektif jika menggunakan pesawat Hercules.
“Kecuali bantuan alat medis yang mahal,” tandasnya. Dia juga berharap, terhitung sejak minggu depan, tidak ada lagi keterlambatan pendistri-busian bantuan kepada para korban. Bantuan yang berupa makanan serta lauk-pauk tersebut juga akan diberikan hingga tiga bulan menda-tang.(dtc/rik*)
|
|