|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
YBI-Komentar
Buka Posko di Klaten
|
Yayasan Berkati Indonesia (YBI) bekerjasama dengan Harian Komentar, mendirikan posko di Desa Mergorejo, Ka-bupaten Klaten, Jawa Tengah untuk menolong korban gem-pa bumi yang terjadi Sabtu (27/05) lalu. Posko ini berfung-si sebagai dapur umum dan tempat penyaluran bantuan.
Menurut Jeff Hammond, pimpinan YBI, jumlah korban tewas di Klaten mencapai 1.688 orang. Sedangkan 4.211 lainnya menderita luka berat dan ringan. “Kerusakan sangat parah. Masih banyak orang yang terkubur di bawah reruntuhan rumah mereka. Sedangkan yang hidup
mengalami trauma. Jadi angka yang pasti masih belum bisa diketahui,” kata Ham-mond seraya membeberkan sebanyak 20.103 rumah han-cur dan 26.699 rusak ringan dan berat.
Sedangkan di Desa Mergo-rejo yang menjadi lokasi posko YBI-Harian Komentar, warga Kristen tidak banyak yang tewas. “Di desa ini, sembilan warga Kristen tewas sedang-kan penduduk yang terluka mencapai 20 orang. Sebanyak 40 rumah rata dengan tanah dan 40 lainnya rusak berat,” beber Hammond.
Ajaibnya, menurut Ham-mond, sebuah gereja GPdI dan pastori masih berdiri tegak. Padahal rumah-rumah di sampingnya hancur. Bangu-nan ini sekarang dipakai sebagai pusat operasional posko. “Di seluruh Kabupaten Klaten, banyak warga Kristen yang tewas dan luka-luka, serta rumah mereka hancur. Kami akan menyediakan infor-masi lebih detail secepatnya,” ujarnya.
YBI sendiri membuka dapur umum yang menyediakan ma-kanan untuk 200 orang setiap harinya. Sejauh ini, YBI sudah menyediakan pakaian bagi 500 orang. Sedangkan terpal sudah dibagikan kepada pe-ngungsi yang rumahnya hancur, untuk dibuat tenda darurat. “Klinik medis mulai beroperasi sejak Kamis ber-samaan dengan kedatangan tim dari Malaysia, CREST. Mereka terdiri dari empat dokter dan sejumlah perawat,” kata Hammond.
Diakuinya, YBI mengalami tantangan untuk menyedia-kan makanan, obat-obatan, selimut dan tenda secepatnya. Hujan deras membuat kondisi di tenda darurat makin buruk. “Banyak yang terpaksa tidur di bawah hujan. Kami juga terbatas baru bisa memberi makan 200 orang sehari. Tapi yang membutuhkan bantuan kami, ribuan orang. Di sini dokter dan obat-obatan sangat kurang karena banyak yang terluka. Ini bisa membuat si-tuasi lewat buruk, karena nya-wa mereka terancam karena infeksi dan sakit komplikasi,” ungkapnya.
Walau demikian YBI sudah dapat permintaan dari se-jumlah tokoh agama Islam un-tuk menolong warga di Kabu-paten Bantul. “Di Bantul lebih dari 80 persen bangunan rata dengan tanah. Mereka sudah menawarkan bangunan, untuk kami jadikan lokasi dapur umum dan klinik medis. Tapi masih perlu dana lebih untuk makanan, tenda, tim medis dan lainnya,” kata Hammond.
“Dalam situasi seperti ini, Tuhan membuka pintu bagi Gereja di Indonesia untuk memberkati masyarakat mereka. Juga untuk menun-jukkan kasih Yesus Kristus kepada yang menderita. Pintu sudah dibuka supaya warga gereja mengulurkan tangan untuk memberi makan orang terlantar, menyembuhkan mereka yang sakit, dan ber-bagi Kabar Baik! Kami butuh sokongan saudara sekalian,” ajak Hammond.(*/win)
|
|