|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Topsi: Demi Tuhan, Saya Ini Dijebak
|
Salah satu tersangka kasus pembunuhan mantan Waka-dis Perikanan dan Kelautan Sulut Dr Ir Odie Manus MSi, berinisial JL alias Topsi yang berhasil diwawancarai Komen-tar di salah satu tempat (dira-hasiakan), mengaku dalam kasus ini, dirinya sengaja di-jebak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
“ Demi Tuhan kita (saya) ada orang yang jebak dalam kasus ini, karena hampir semua sak-si-saksi yang mengaku melihat kita di lokasi pembunuhan, sama sekali kita nda kenal,” ujar Topsi yang mengaku tidak mengenal tersangka MK alias Martinus.
Dikatakanya, saat terjadinya kasus pembunuhan itu, dirinya tidak berada di tempat kejadian, sebagaimana yang dituduhkan para saksi dan tersangka lain terhadap dirinya.
“Memang benar sebelum korban Odie Manus menghilang, kita sempat menghubungi dia (kor-ban, red) melalui HP, dan saat itu Odie bilang dia masih ada di Jakarta nanti bale hari Ming-gu, padahal hari Jumat ternyata dia so ada di Manado,” ujar Topsi dengan dialek Manado yang kental seraya menambahkan bahwa, percakapan itu meru-pakan percakapan terakhir an-tara dirinya dengan almarhum
Ditanya sejauh mana kede-katannya dengan korban Odie Manus, ayah dari dua orang pu-tri ini mengatakan kalau Odie Manus merupakan teman de-katnya, apalagi almarhum ada-lah sekertaris di Yayasan Sinai Malesung dan Topsi sendiri men-jabat sebagai ketua yayasan.
“Terus terang pak, kita di je-maat menjabat sebagai syamas di kolom, bagaimana mungkin kita melakukan perbuatan ini, sedangkan berpikir saja untuk membunuh tidak pernah apa-lagi berbuat. Dan demi Tuhan bukan kita yang melakukan perbuatan keji ini,” ujar Topsi yang juga kerap disapa komandan ini.
Namun demikian, dari hasil penyidikan pihak kepolisian selama ini, membuktikan bah-wa tersanga Topsi merupakan dalang dalam kasus pembu-nuhan ini, hal ini diperjelas dengan pengakuan para saksi dan alat-alat bukti yang sudah diamankan polisi.
“Meksipun Topsi membantah dirinya tidak terlibat dalam ka-sus ini, namun keterangan sak-si dan tersangka lain menyebut-kan bahwa saat kejadian pem-bunuhan itu Topsi berada di TKP, dan ini semakin dikuatkan dengan sejumlah alat bukti yang sudah diamankan polisi adalah milik tersangkan Topsi,” ungkap Kapolres Tomohon AKBP Budhy Wibowo Sumantri saat diwa-wancari Komentar, di Mapolda Sulut belum lama ini.(oan)
|
|