|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Terungkap setelah rekan korban baca koran
Jenazah Mr X (Ternyata) Anggota Pol PP Manado
|
Setelah hampir seminggu tersimpan di dalam lemari pendingin (friser) di RSUP Prof Kandou, jenazah Mr X yang diduga korban kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Boulevard, akhinya teridentifikasi. Korban yang diketahui salah satu personel Polisi Pamong Peraja (Pol PP) Pemkot Manado ini, bernama lengkap Ferny Saraisang (28), warga Desa Wasian, Kecamatan Kakas.
Terungkapnya identitas dari jenazah lelaki berbadan tegap yang sudah terbujur kaku ini, berawal dari kecurigaan rekan sekost korban, Hanny Tigauw yang pada Jumat pagi kema-rin tanpa sengaja membaca sebuah surat kabar harian lokal di Manado.
Pasalnya, salah satu isi be-rita harian tersebut menerang-kan bahwa, pihak RSUP Kan-dou sejak hari Minggu malam menyimpan jenazah tanpa identitas alias MR X. Dan se-belum meninggal dunia, surat kabar itu, sempat mencatat bahwa korban diduga sempat mengendarai sebuah sepeda motor jenis Suzuki Smash dengan nomor polisi DB 6904 BE yang saat ini sudah di-amankan pihak lalulintas Poltabes Manado.
Sontak saja, Hanny yang juga teman sekantor korban merasa curiga dengan isi be-rita tersebut. Sebab dompet yang berisikan SIM dan STNK korban, masih berada di atas meja kamar kost mereka yang berada di ruas jalan TNI 8, Ke-lurahan Tikala Manado.
Benar saja, setelah dicocokkan dengan nomor polisi yang ter-catat di STNK milik korban ter-nyata sama persis dengan isi berita tersebut. Namun, guna lebih memastikan apakah benar mayat tersebut adalah Ferni, Hanny pun bersama re-kan-rekan sekantornya menu-ju ke RSUP Kandou untuk me-lakukan pengecekan.
Ternyata, apa yang ia duga adalah benar, sebab lelaki ber-hidung mancung dengan postur tubuh atletis, yang saat itu su-dah terbujur kaku di dalam se-buah lemari besi adalah rekan sekamarnya, yang sama-sama asal Desa Wasian untuk me-ngadu nasib sebagai honorer di Pemkot Manado. “Waktu hari Minggu dia bilang pa kita, kalu ada orang cari, bilang jo ada pigi di Kotamobagu (Bolmong), nan-ti pulang besok (hari Selasa la-lu). Ternyata Ferni pigi so nyanda bale untuk selama-lamanya,” ujar Hanny sambil meneteskan air mata.
Sementara itu, hasil peman-tauan harian ini, jenazah kor-ban sebelum dipulangkan ke kampung halamannya, sempat disemayamkan beberapa saat di Kantor Pemkot Manado tempat ia bekerja.(tr-1)
|
|