|
|
|
|
![]() |
![]() |
Pengda Gabsi Sulut Selamatkan
Peluang Indonesia di Iven Internasional
PENGDA Gabsi Sulut menyelamatkan peluang Indonesia untuk tampil di iven-iven bridge dunia untuk tahun mendatang. Hal itu dapat dilihat dengan upaya Sulut memberangkatkan Tim Nasional (Timnas) ke World Camphionsihp di Verona Italia, 14-20 Juni ini.
Ketua Bidang Teknik Pengda Gabsi Sulut Hengky Lasut ke-pada Komentar di Bridge Centre Hengky Lasut-Eddy Manoppo (kompleks Stadion Klabat) Manado, Sabtu (03/06) lalu menjelaskan, bila tim-nas Indonesia tidak tampil di World Bridge Championships 2006 yang akan berlangsung di Verona Italia ini, bukan ti-dak mungkin Indonesia tidak akan diizinkan tampil pada dua iven besar, Kejuaraan Bermuda Bowl ataupun Ve-nice Cup tahun depan.
“Pengda Gabsi Sulut yang menyelamatkan peluang In-donesia untuk berlaga di ke-juaraan dunia Bermuda Bowl maupun Venice Cup tahun depan dengan memberang-katkan timnas ke Olimpiade. Sebab, bila Indonesia tidak ikut, maka bukan tidak mungkin tim kita bakal tidak diizinkan berlaga di dua iven besar itu,” kata pemain anda-lan Sulut bergelar World Mas-ter itu. Dijelaskannya, tiga pa-sangan diberangkatkan Indo-nesia ke Verona Italia masing-masing, Hengky Lasut-Eddy Manoppo, Max Agouw-Sawon Mandey dan Munawar Sawi-rudin-Harwin Budi Raharja.
Ketiga pasangan timnas yang masing-masing dua ber-asal dari Sulut dan satu pasa-ngan dari DKI Jakarta itu kini tengah mengikuti pelatnas di Manado yang bertepatan de-ngan selekda Sulut menuju ke kejurnas di Bridge Centre Hengky Lasut-Eddy Manoppo Manado. Lantas, bagaimana dengan peluang Indonesia di Olimpiade Bridge di Verona ini? Dikatakan oleh Hengky Lasut, ia sangat optimis de-ngan ketangguhan tim Indo-nesia yang akan diberangkat-kan ke Verona ini.
Peluang Prestasi
“Dengan melakukan pelat-nas di Manado selama kurang lebih sepekan, saya yakin tim ini akan semakin baik ke-mampuannya dan siap untuk bertarung menghadapi tim-tim kuat dari Eropa maupun Amerika Serikat,” katanya.
Hal yang sama dikatakan oleh Munawar Sawirudin yang juga World Master. “Saya tetap yakin dengan kemam-puan tim Indonesia ke Olim-piade Bridge di Verona ini, apalagi persiapan maksimal sudah kita laksanakan. De-ngan melaksanakan pelatnas di Manado ini, timnas sema-kin baik dan siap menghadapi tim-tim kuat dari Eropa mau-pun Amerika,” tambahnya.
Munawar mengingatkan, In-donesia juga mampu men-catat prestasi gemilang saat berlaga di Olimpiade Bridge di Montreal Kanada empat ta-hun yang lalu.
Namun, untuk menghadapi Olimpiade 2006 ini di Verona, dikatakannya strategi tim akan ikut berperan. Diharap-kannya timnas Indonesia akan melibas tim-tim papan bawah untuk kemudian dapat memilih lawan di putaran berikutnya.(kim)
Polres Minahasa tak keluarkan izin
Iven Drag Race Tsukebe Gagal Terlaksana
PULUHAN peserta drag race Tsukebe, yang rencananya akan berlomba di Jalan Sam Ratulangi Tondano, Sabtu lalu tampak kecewa. Pasal-nya, tinggal hitungan jam, pi-hak Polres Minahasa tidak mengeluarkan izin penyeleng-garaan. Akibatnya, peserta dari Gorontalo, Palu bahkan Jakarta harus pulang dengan rasa kecewa yang mendalam.
Tak hanya itu, pihak panpel dan IMI Sulut juga menyata-kan kekecewaan karena pihak Polres Minahasa terkesan ter-tutup mengenai alasan hingga tidak dikeluarkan izin penye-lenggaraan. Padahal, seluruh persyaratan termasuk izin da-ri Dinas Perhubungan dan Ke-luruhan setempat telah dipe-nuhi oleh panpel. “Terus te-rang pihak panpel kecewa ka-rena proses perizinan sudah diajukan sejak tanggal 31 Mei 2006 dengan melengkapi se-luruh persyaratan yang dimin-ta oleh Polres,” ujar Sekum IMI Sulut, Max Wurarah SH.
Sementara itu, salah satu pembalap nasional, Eric Mon-tolalu juga melayangkan rasa kecewa atas pembatalan pe-laksanaan iven tersebut. Me-nurutnya, kalau memang ada warga yang tidak setuju de-ngan pelaksanaan iven terse-but sebaiknya dipertanyakan siapa warga tersebut. Sebab, ia sendiri mendapatkan ma-sukan dari warga sekitar yang sangat mendukung pe-laksanaan iven tersebut. “Sa-ya sempat bertukar pikiran dengan warga di sekitar tem-pat pelaksanaan kegiatan dan pada prinsipnya mereka sangat mengharapkan ada iven yang bisa menghibur mereka,” kata putra mantan Wakapolda Sulut, Harry Montolalu.
Dikatakan Eric, kalau me-mang ada warga yang dekat dengan polres yang tidak menghendaki digelarnya lom-ba tersebut, sebaiknya pihak panpel terlebih dahulu me-lakukan pengumpulan tanda tangan untuk mengetahui sia-pa yang mendukung dan sia-pa yang menolak. “Jangan ha-nya satu orang yang kebera-tan akhirnya hiburan untuk orang banyak tidak bisa ter-laksana,” ujar salah satu pembalap Sulut, yang siap berkiprah di kategori go-kart.(dni)
Tim Percasi Manado ke Kejurda Terbentuk
TIM Percasi Kota Manado, yang akan tampil di Kejua-raan Daerah (Kejurda) Catur Sulut di Amurang, Minsel, per-tengahan Juli 2006 akhirnya terbentuk. Berkekuatan 12 pe-main, Percasi Mando siap un-tuk menjajal daerah lain di ajang bergengsi antarpecatur Sulut itu. Terbentuknya tim catur kota Manado setelah ber-hasil menjaring tujuh pemain dalam program seleksi di Gedung KNPI Manado, 02-03 Juni 2006.
Tujuh pecatur yang lolos di babak seleksi masing-masing Madjid Pakaya, sebagai peme-nang pertama, disusul Joutje, Max Lumingkewas, Rum Harmain, Rudi Richard dan Jaka. Ketujuh pecatur terse-but akan bergabung dengan lima pemain bergelar Master Nasional (MN), yang tidak tampil di ajang seleksi. Lima pemain yang lolos tanpa seleksi adalah MN Happy Pu-sung, MN Jemmy Narande, MN Johny Tene, MN Jefrry Chali dan MN Johnny Suma-rouw.
Ajang seleksi pembentukan tim catur Manado berlang-sung cukup ramai, sebab ada 22 pecatur yang ikut serta. Happy Pusung dan Roland Krisen, yang menjadi panitia seleksi mengatakan cukup bangga melihat besarnya ani-mo pecatur Kota Manado yang ingin tampil di kejurda. Ke-duanya juga menyatakan bahwa Ketua Umum Pengcab Percasi Manado, Abdi Buchari memberikan suport penuh terhadap pelaksanaan seleksi tersebut.(dni)
Olimpiade Catur Turin 2006 Irwanto Buang Peluang Emas
IRWANTO Sadikin (rating Elo 2452) lagi menjadi satu-satunya pecatur Indonesia yang memperoleh angka di bagian putra pada babak ke-sebelas Olimpiade Catur ke-37 di Turin, Italia, Sabtu (03/06) dinihari WIB. Irwanto bermain remis 42 angkah melawan MI Igor Zugic (2466) di papan tiga. Dengan hasil remis ini Irwanto baru me-ngumpulkan 5,5 angka dari delapan babak dengan rating rata-rata lawannya 2435, persis dibatas terrendah un-tuk memperoleh Norma GM 6,5 angka dari 9 babak. Po-sisi kritis tersebut membuat ia tidak diturunkan pada ba-bak kedua belas karena la-wan papan tiga yang bakal dihadapi Irwanto dari Wales memiliki rating yang sangat rendah yaitu 2264 ke bawah. “Posisinya ceki, jadi terpaksa ia disimpan dulu,” tutur pelatih GM Edhi Handoko, seperti dilaporkan Humas PB Percasi, Kristianus Liem kepada Komentar.
Putra Indonesia kalah telak 0,5-3,5 dari Kanada setelah GM Utut Adianto (2589), GM Susanto Megaranto (2524) dan MF Hamdani Rudin (2364) masing-masing di-kalahkan GM Pascal Char-bonneau (2510), GM Mark Bluvshtein (2531) dan MI Thomas Roussel-Roozmon (2419).(*/dni)
|
|