|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Antisipasi isu konferensi GS, Polda Sulut sebar intel
6-6-6 Adalah Tanggal Anugerah Tuhan Allah
|
Terkait isu Kongres Gereja Setan yang digembar-gem-borkan pelaksanaannya hari (06/06) ini, bertepatan dengan tanggal 06-06-06 (6 Juni 2006), ditepis sejumlah kalangan rohaniawan. Menurut mereka, setiap hari termasuk tanggal 6-6-6 ini merupakan anugerah yang diberikan Tuhan Allah bagi umat manusia.
“Bagi BKSAUA, angka 666 yang diambil dari tanggal 6 bulan 6 tahun 2006, semata-mata anugerah Tuhan. Jadi pada hakekatnya angka itu baik adanya,” tegas Ketua BKSAUA (Badan Kerja Sama An-tar Umat Beragama) Manado, Pdt Jefry Saisab STh kepada koran ini.
Ia menambahkan, setan ha-nyalah berupaya merusak anu-gerah Tuhan untuk kemulian-nya (setan) sendiri. Karena itu, barangsiapa siapa yang meng-anggap angka 666 bukan anu-gerah Tuhan dan percaya pada isu Kongres Gereja Setan, maka yang bersangkutan sudah me-nyuburkan kerajaan setan di dunia ini.
“Karena itu kami dari BKSAUA mengimbau kepada masya-rakat untuk menjalani hari Se-lasa nanti sebagaimana biasa-nya, yakni dengan doa dan kar-ya. Jangan sekali-kali percaya dan terpengaruh dengan apa yang sering diisukan Kongres Gereja Setan. Laporkan ke pihak yang berwajib kalau ada yang mengetahui kegiatan seperti itu,” paparnya.
Senada disampaikan Ketua BAMAG, Pdt Drs Johan Ma-nampiring STh. Menurutnya, setiap tanggal adalah pembe-rian Allah yang selalu baik ada-nya. Karena itu, tidak akan per-nah ada kegiatan yang nama-nya Kongres Gereja Setan di Ma-nado. Sebab itu dirinya berha-rap, agar masyarakat tetap te-nang menjalani kehidupan dan tidak perlu terpancing dengan isu-isu murahan tersebut.
“Dan saya juga mengimbau kepada gereja-gereja untuk tidak lagi membesar-besarkan isu gereja setan. Karena hanya ada gereja Tuhan bukan gereja setan. Dan ingat Yesus sendiri sudah kalahkan setan. Kabar-kan itu kepada jemaat Anda masing-masing,” paparnya.
Ia menambahkan, Bamag sangat mendukung langkah Ka-polda yang akan bertindak te-gas dengan isu dan kegiatan seperti itu. Dan kalau nantinya kedapatan melakukan kegiatan setanisme, saya minta Kapolda menindak tegas. “Bila perlu kalau ada pendeta yang meng-hidupkan kegiatan yang berbau setan, tangkap dan tindak se-cara tegas,” paparnya.
Seperti diketahui, entah dari mana isu ini mengalir. Ada pe-san lewat SMS yang menya-takan bahwa pengikut setan yang menamakan diri gereja setan akan menggelar konfe-rensinya. Hebohnya lagi, konfe-rensi itu akan digelar di Manado pada tanggal 6-6-6 (6 Juni 2006).
ANGKA HOKI
Pada bagian lain, menyikapi angka 666 dalam penanggalan, bulan dan tahun hari ini, sejumlah kalangan malah menilai sebagai hari hoki.
Akibatnya, 89 pasangan di Penang, Malaysia, mendaftar-kan diri menikah massal pada hari itu. Mereka berharap di-berkahi tiga keberuntungan sesuai kepercayaan mereka.
Salah satu pasangan yang telah mendaftar ikut nikah massal adalah Low Hong Ling dan Lim Soon Khuan. Bagi Low yang berprofesi sebagai ekse-kutif pemasaran, ikut nikah massal pada 06.06.06 adalah hal yang istimewa dan praktis. “Itu sangat spesial karena uru-tan (06.06.06) ini hanya terjadi sekali sepanjang hidup,” kata perempuan 28 tahun ini seperti dilansir The Star.
“Lagipula, tanggal itu mudah untuk diingat, jadi kami tidak pernah melupakan ulang tahun perkawinan kami,” imbuhnya. Low mengaku dia dan pacarnya kehilangan kesempatan untuk menikah pada 5 Mei 2005 alias pada 05.05.05.
Konsultan fengshui, Yeoh Oon Keat, menjelaskan bahwa 06.06.06 secara umum adalah hari yang baik bagi para pasangan untuk melangsung-kan pernikahan. “Berdasarkan penanggalan Cina, itu meru-pakan tanggal yang mengun-tungkan untuk perkawinan kecuali bagi mereka yang lahir pada tahun monyet,” katanya.
SEBAR INTEL
Dari Manado, menyikapi isu kongres pengikut setan atau kelompok yang menamakan Gereja Setan (GS) di Manado bertepatan tanggal 06-06-2006 hari ini, Kapolda Sulut Brigjen Pol Drs Alexius Gordon Mogot diam-diam mengambil langkah antisipatif dengan menerjun-kan puluhan personel intel di Sulut.
Dari informasi yang berhasil dirangkum Komentar, personel-personel intel yang ditugaskan untuk mendalami isu tersebut, sejak akhir pekan lalu telah disebarkan dan melakukan pemantauan di sejumlah lokasi mencurigakan yang ada di Manado, maupun di sejumlah kabupaten/kota.
“Prinsip kami, isu yang na-manya meresahkan orang ba-nyak, pasti akan kami sikapi. Karena itu sudah menjadi tu-gas pihak kepolisian yang me-miliki tanggung jawab sebagai, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,” Kata Kapolda Mogot kepada Komen-tar akhir pekan lalu.
Namun demikian, menurut Mogot, pihaknya mengimbau kepada masyarakat Sulut agar tidak mudah termakan isu. Sebab jika isu-isu semacam ini ditanggapi terlalu serius, akan berimbas terciptanya suatu keresahan di tengah-tengah ma-syarakat.
“ Jangan terlalu khawatir de-ngan isu-isu semacam ini. Itu sebabnya bagi seluruh ma-syarakat Sulut diharapkan untuk tidak resah dan serah-kan semuanya kepada pihak yang berwajib, karena anggota yang ditugaskan untuk mena-ngani isu ini sudah cukup ba-nyak. Jadi tidak mungkin ka-lau polisi tidak bisa menangani isu ini,” anjur Kapolda seraya menambahkan, yang perlu dila-kukan semua masyarakat adalah meningkatkan ke-amanan dengan lebih meng-aktifkan kegiatan ronda malam di masing-masing kelu-rahan.(oan/imo/dtc)
|
|