|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Posko YBI-Komentar Layani Ratusan Korban
|
POSKO Yayasan Berkati Indo-nesia (YBI) bekerja sama de-ngan Harian Komentar yang di-buka di Klaten, terus melayani kor-ban gempa. Bahkan setiap hari-nya, posko ini melayani kebutuhan makanan sekitar 300-an orang. ‘’Mereka diberi makan dua kali sehari,’’ ungkap Jeff Hammond dari YBI. Selain menjadi ‘dapur umum’, Posko YBI-Komentar juga
seakan ‘disulap’ menjadi klinik kesehatan di sana. Setiap hari ada orang yang datang dengan luka dan infeksi. Sementara itu, dari posko ini, relawan dari berbagai lembaga menyebar untuk menolong korban gempa. ‘’Mereka membantu di 16 desa yang tersebar di Klaten, Sleman dan Bantul.’’
Kemarin, klinik dibuka untuk menjangkau korban di Dusun Demangan, Desa Jambitan, Kecamatan Bantul. Di daerah itu, hampir 90% semua rumah sudah roboh, hancur atau retak sehingga tidak layak dipakai lagi. Di dusun Demangan hanya empat rumah yang masih berdiri. YBI bersama Komentar di dusun ini sedang merintis dapur umum, selain klinik yang baru dibuka kemarin.
Sementara itu, diperoleh informasi, Glenn Zimmerman dari Christian Aid Ministry USA, yang sudah lebih satu tahun memimpin tim pembangunan rumah di Aceh, tiba di Yog-yakarta kemarin (04/06). Sesudah melakukan observasi, dia mengatakan, “Salah satu tugas yang pertama sesudah memberi makan orang dan pelayanan medis, ialah mem-bersihkan puing-puing. Kita masih ada pada fase darurat. Di Banda Aceh fase itu makan waktu dua bulan.”
Kini yang masih dibutuhkan oleh para korban adalah tenda, terpal, tikar dan bantal. Dapur membutuhkan beberapa per-alatan tambahan untuk dapat melayani ribuan korban. Saat ini bahan makanan mereka tersisa dua hari. Para korban sendiri menyatakan terima kasih atas kepedulian YBI dan pembaca Komentar di Manado. ‘’Terima kasih sudah me-ngulurkan tangan untuk menolong kami,’’ kata mereka.
BANTUAN
Sementara itu, sejumlah penghuni asrama Samrat I di Yogyakarta menyatakan sedi-kit kesal karena berkembang isu ada bantuan Pemprop Su-lut yang disalurkan via Asra-ma Samrat. ‘’Sehingga ada warga Kawanua yang datang menanyakan pada kami, padahal sampai sekarang belum ada bantuan dari Pem-prop Sulut lewat kami,’’ ung-kap Ny Esther Suoth MHum yang dibenarkan tokoh Ka-wanua di Yogya, Gerry Warouw. ‘’Kami di sini sudah susah, jangan lagi ada isu-isu begini,’’ tukas Warouw. (rik/*)
|
|