HOME : FOOTBALL

Headlines News  

05 June 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Laksono: RUU APP Diketuk, Harus Diterima Semua


Ketua DPR RI, Agung Lakso-no dalam kunjungannya ke Bolmong kemarin (04/06) me-ngatakan, RUU APP (Anti Por-nografi dan Pornoaksi) tetap akan disahkan, meski wak-tunya sempat molor. 
“Mungkin agak mundur wak-tunya, tapi RUU ini tetap akan diwujudkan dan harus diteri-ma semua pihak,” kata Agung.
Diakuinya, RUU APP adalah RUU yang paling banyak diper-soalkan, sampai menimbul-kan pro dan kontra. “Memamg pro dan kontra itu lumrah, tapi saya khawatir pro dan kontra itu semakin tajam seolah su-dah dibawa ke masalah etnis dan agama. Perlu diketahui, bahwa RUU ini tidak pernah melupakan kebhinekaan. Pan-sus yang menyusun RUU ini pun sudah melakukan perbu-bahan-perubahan substansi yang esensial. Semua ini ber-tujuan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bang-sa,” tandasnya.
Sekilas Agung juga mengi-sakan alasan mengapa pi-haknya terinspirasi utuk me-ngesahkan RUU APP ini. Ini bermula, katanya, dari kenya-taan bahwa semakin marak aksi pornografi dan pornoaksi di tengah masyarakat. Hal ini menimbulkan kegelisahan, sehingga pendapat masyara-kat dan pakar untuk mema-sang rambu-rambu terhadap aksi tadi menjadi inspirasi bagi DPR untuk merancang RUU APP. 
Sementara itu, dalam per-nyataan lainnya, Agung meng-informasikan soal keputusan Mahkamah Konstitusi yang mengharuskan pemerintah merealisasikan anggaran pen-didikan sebesar 20 persen mulai tahun 2006 ini. Sebab sampai sekarang anggaran pendidikan yang terealisasi ba-ru 9,1 persen dari APBN. “Esok malam (malam ini), kami akan bicarakan dengan presiden, untuk membicarakan formu-lasinya. Apakah 20 persen itu diambil dari jumlah APBN to-tal atau hanya APBN pusat,” kata dia.
Apabila diambil 20 persen dari APBN yang berjumlah 600 triliun di tahun 2006 ini, Agung mengakui bahwa ang-garan pendidikan masih tekor sekitar Rp 90 triliun, sebab sampai saat ini anggaran pen-didikan hanya Rp 30 triliun lebih. “Rp 90 triliun itu kan uang semua,” guraunya. 
Sedangkan opsi kedua, apabila diformulasikan 20 persen dari APBN pusat yang berjumlah Rp 420 triliun, Agung menilai jumlahnya ma-sih cukup signifikan, karena anggaran pendidikan masih tetap terdongkrak menjadi Rp 80 triliun. 
“Dengan meningkatnya anggaran pendidikan ini, maka rakyat boleh berharap pendidikan di Indonesia akan gratis,” ujarnya yang disambut tepuk tangan meriah.(tus)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin