|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Sambut Global Day of Prayer
Lintas Denominasi Gereja di Sulut, Gelar Doa Bersama di Ha-ha Café
|
MINGGU (04/06) kemarin, menjadi hari bersejarah bagi umat Kristen di dunia. Pasal-nya, bertepatan dengan peri-ngatan hari Pentakosta yakni 50 hari setelah kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, digelar kegiatan Global Day of Prayer (GDOP). Di Manado (Sulut) sendiri, berbagai denominasi gereja, tanpa ada batasan tem-bok, bersatu hati menaikkan doa bersama yang digelar di Ha-ha Café Megamal, kemarin.
Kegiatan ini sendiri di dunia, melibatkan sekitar 500 juta pendoa yang tersebar di 226 negara dan 140 kota di Indo-nesia, termasuk Manado. Aca-ra di Ha-ha kemarin, turut di-hadiri tokoh-tokoh agama yang ada di Sulut. Tak tanggung-tanggung, dalam kegiatan iba-dah ini, masing-masing tokoh agama yang hadir diberi ke-sempatan untuk menaikkan doa dan secara bergantian me-nyampaikan pesan Firman Tuhan secara singkat yang inti-nya adalah tentang kesatuan tubuh Kristus, pertobatan ma-sal, kelangsungan pemerin-tahan, kebangunan rohani hingga berbagai permasalahan multidimensi yang melanda bangsa Indonesia dan pemuli-hannya. Bahkan gempa yang menimpa Yogyakarta pun men-jadi bagian terpenting dalam setiap doa yang dinaikkan.
Dalam doa dan permohonan yang dipimpin sejumlah ham-ba-hamba Tuhan, masing-ma-sing Pdt HOH Awuy (GPdI), Joudy Christanto (Gereja Ma-war Sharon), Pastor Ansel Leu (Katolik), Yunus Datu M Div (Gereja Baptis) dan Pdt Julien saisab-Roti STh (GMIM) terse-but, menyerukan agar nama Yesus lah yang ditinggikan dan dielu-elukan di bangsa dan daerah ini. Di mana setiap lutut bertekuk dan lidah mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan. Tak hanya itu, kerinduan agar Sulut khususnya Manado sebagai Yerusalem-nya Indo-nesia, juga dijauhkan dari ceng-keraman kuasa kegelapan.
Dalam doa itu, isinya juga agar pemerintahan dan para pemimpin bangsa yang telah dipercaya rakyat, diharapkan mampu menjalankan pemerin-tahan secara adil dan bijaksa-na dengan pengantaran pimpi-nan Tuhan.
Di sisi lain, salah satu dari pesan Tuhan yang disampai-kan oleh Ketua PGPI Sulut Pdt Dr Lefrand Lapian MA dalam Efesus 1 : 21-23 dinyatakan bah-wa Kristus adalah kepala gereja, dan jemaat adalah tubuh-Nya. Karena itu, di era dewasa ini, di mana organisasi denominasi gereja bertumbuh subur, maka bukan zamannya lagi bila ada gereja yang bersikap eksklusi dan membenarkan diri.
“Sebab Kristus sendiri telah menyatakan bahwa kita adalah satu tubuh. Maka eksklusifis-me harus ditanggalkan dan kita harus kembali kepada firman yakni kesatuan hati,” paparnya sembari mengutip Filipi 2 : 1.
Sementara itu, Direktur Ko-munikasi Gereja Masehi Ad-vent Hari Ketujuh (GMAHK) Wi-layah Timur Indonesia Pdt ML Saluy mengatakan, umat Tu-han dewasa ini tidak lepas dari berbagai persoalan, bencana alam, korupsi, perceraian, abat-obatan, spiritisme mo-dern yang merambah hingga tayangan televisi, dan orang ti-dak lagi menghargai agama yang merupakan tantangan zaman yang harus dihadapi.
“Arus globalisasi yang demi-kian cepat ini membawa efek buruk bagi umat dan ini tidak dapat dihindari. Namun ada langkah yang perlu dilakukan oleh umat Tuhan dalam meng-hadapi hal ini, yakni berdoa dan menghidupkan Injil. Sebab de-ngan berdoa Tuhan sebagai Gem-bala Agung itu akan berbelas kasihan pada kita. Dan menghi-dupakan Injil berarti kita telah menyampaikan keselamatan yang di dalamnya terdapat peng-harapan dan kasih,” urainya.
Pada kesempatan ini, Ketua Panitia Pelaksana GDOP yang dipercayakan pada Ev Dirk Mangindaan yang tidak lain merupakan salah satu Fasili-tator Jaringan Doa Nasional (JDN) menyatakan, sangat terbeban dengan kondisi bang-sa Indonesia khususnya Sulut. Karena itu, bagi umat Kristen yang terbeban dengan bangsa dan daerah ini sangat diha-rapkan untuk tidak jemu-jemu berdiri dan berdoa bagi bangsa ini, agar Tuhan melakukan pe-mulihan dan mentransformasi setiap aspek kehidupan menuju suatu kegerakan baru. Di mana bangsa Indonesia akan sejajar dengan bangsa-bangsa lain.(eda)
|
|