|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Penasaran, Warga Manado Serbu ‘Da Vinci Code’
|
PEMUTARAN film midnight show setiap akhir pekan di Twenty One (Studio 21) Mana-do, sudah biasa. Tapi Sabtu (03/06) malam itu, ada sedikit ‘luar biasa’ ketika film kontro-versi Da Vinci Code disajikan di Teater 2. Antusias warga untuk datang menonton cukup tinggi.
Itu terlihat dari antrian di de-pan loket yang lumayan pan-jang. Kalau setiap midnight show, para penonton kerap di-dominasi sepasang kekasih yang ingin menghabiskan malam minggu dengan nonton, tapi kali ini, para penonton da-tang dari berbagai usia. Mulai para ABG (Anak Baru Gede) sampai kalangan orang tua, terlihat menonton film yang diprotes Vatikan itu.
Tak ketinggalan juga akade-misi yang juga dosen Fakultas Hukum Unsrat, Toar Palili-ngan SH. Berikut ada juga Pe-natua Pemuda GMIM, Pnt Bil-ly Lombok, serta Mikha Paruntu cs, yang merupakan model papan atas Sulut, terlihat berada di tengah keramaian pengunjung bioskop di bilangan Jalan Sam Ratulangi tersebut.
Ketika dimintai tanggapannya, Pnt Billy Lombok mengaku ke-hadirannya di Twenty One ma-lam itu, karena penasaran dan ingin menonton secara lang-sung pemutaran perdana film tersebut. Namun menurut dia, kontroversi film Da Vinci Code ini, hanyalah datang dari me-reka yang belum memahami betul isi dari Alkitab.
“Kalau orang awam atau yang belum memahami isi Alkitab, maka mereka akan menilai film tersebut penuh dengan kon-troversi. Sebaliknya, mereka yang sering baca Alkitab, begitu menonton pasti akan langsung tahu kalau film tersebut hanya-lah sebuah fiktif belaka,” ujar Billy yang saat itu nonton ber-sama rekan-rekannya.
Sementara itu, beberapa pe-ngunjung yang diwawancarai wartawan koran ini, rata-rata mengaku kalau film tersebut memang bikin penasaran untuk ditonton, meski mereka me-ngaku bukan penggemar film. “Jujur saja, torang nda hobby nonton film. Hanya saja, hampir tiap hari media lokal maupun nasional sering memuat berita tentang film ini. Makanya torang jadi penasaran dan ingin me-nonton,” ujar beberapa pengun-jung yang ditemui saat antri di loket. Tapi sejumlah penonton seusai melihat langsung film ini mengatakan, tidak ada yang begitu istimewa dengan film ini. ‘’Saya kira biasa saja. Ini film yang diangkat dari karya khayalan seorang penulis (Dan Brown). Kalau kontroversi, itu karena banyak reaksi yang menolak kehadiran film ini,’’ aku Larry yang mengatakan, dengan menonton film ini, imannya tidak terpengaruh sama sekali. ‘’Bagi saya biasa saja, tidak tahu dengan penon-ton lain,’’ katanya.
Senada disampaikan Syenny. Dia malah melihat film Passion tentang penyaliban Tuhan Yesus yang dimainkan Mel Gibson, lebih dramatis dan menyentuh. ‘’Kalau film Da Vinci Code ini, biasa saja. Mungkin jadi besar karena terlalu banyak diberita-kan.’’ Malah kata dia, jika dilihat dari animo penonton, film ini masih kalah jauh dibanding pe-mutaran film percintaan antara manusia dan hantu, (Ghost) yang dibintangi Patrick Swayze dan Demi Moore. ‘’Film Ghost itu malah banyak penonton yang tidak kebagian karcis,’’ kata-nya.(yandry/raymond)
|
|