HOME : FOOTBALL

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

05 June 2006

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

  

Pentakosta: Dari Manado Menuju Transformasi Indonesia(2)

 IKUTI BERITA LAIN

MEMBANGUN PENDIDIKAN HOLISTIS (II)

 SURAT PEMBACA

Masyarakat Bantik Tolak Pemekaran Kota Manado Utara

 COMMENTAREN

Harusnya tak Ada Korupsi


Pentakosta dalam Perjanjian Lama
Pentakosta disebut juga hari raya tujuh minggu. Hari raya ini dirayakan sesudah persembahan seberkas helai pada Hari Raya Roti Tidak Beragi. Perayaan ini menandakan akhir panen dan permulaan persembahan hulu hasil menurut musim (Kel 23:16; Im 23:15-21; Bil 28:26-31; Ul 16:9-12).


Masa pengurapan yang hanya untuk segelintir orang telah di-akhiri oleh Tuhan. Dia mengu-capkan janjiNya pada nabi Yoel bin Petuel bahwa akan ada pen-curahan Roh Kudus ke atas se-mua manusia, baik anak-anak, teruna sampai orang yang tua; baik pria maupun wanita mau-pun hamba laki-laki dan pe-rempuan akan mengalami ke-penuhan Roh Kudus. Janji itu digenapi dalam Kisah Para Ra-sul 2:4. 
Banyak orang kristen yang “alergi” dengan Roh Kudus ya-ng menyebabkan mereka tidak mengalami janji Tuhan. Ada yang berpikir bahwa itu adalah sesuatu yang sesat, yang lain berpikir bahwa itu hanya bu-daya atau bagian dari gereja tertentu, yang lainnya tidak ta-hu karena tidak pernah dikhot-bahkan. 
Roh Kudus adalah pemberian yang terbaik dari Tuhan. Da-lam Lukas 11:1-13 dikatakan “Bapa manakah di antara ka-mu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberi-kan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau jika ia minta telur, akan memberikan kepa-danya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapa-mu yang di sorga! Ia akan mem-berikan Roh Kudus kepada me-reka yang meminta kepadaNya.” 
Dipenuhi dengan Roh Kudus dengan tanda berbahasa roh bukanlah suatu kesesatan. Orang yang dipenuhi dengan Roh Kudus memang kedenga-rannya aneh dan ganjil.
Hal itu juga yang dialami oleh orang-orang yang menyaksikan ba-gaimana seratus dua puluh orang dipenuhi dengan Roh Kudus di Yerusalem. Mereka merasa bahwa itu adalah hal yang aneh dan menyindir me-reka mabuk oleh anggur. Penje-lasan Petrus yang mengatakan bahwa mereka bukan mabuk oleh anggur tetapi mengalami kepenuhan Roh Kudus seba-gaimana yang dijanjikan oleh Tuhan seharusnya membuka paradigma kekristenan kita bahwa apa yang dialami oleh gereja mula-mula adalah ke-inginan Tuhan dan bukan su-atu kesesatan apalagi menga-nggapnya berasal dari setan. Yesaya 28:11 mengatakan “Sungguh oleh orang-orang ya-ng berlogat ganjil dan oleh ora-ng-orang yang berbahasa asing akan berbicara kepada bangsa ini”. Nabi Yesaya maksudkan dengan ayat tersebut adalah berbicara mengenai dipenuhi Roh Kudus dan berbahasa roh.
Inilah saatnya orang kristen bangkit dari ketidak menger-tian tentang Roh Kudus dan mengalami kuasaNya sehing-ga kita diperlengkapi dengan kuasa dan kita menjadi saksi-Nya yang efektif seperti gereja mula-mula. Jika gereja Tuhan di Kota Manado khususnya dan Sulawesi Utara umumnya, dipenuhi dengan Roh Kudus, maka pertumbuhan gereja ya-ng dialami seperti pada gereja mula-mula akan terjadi. Bukan hanya Manado yang akan dipenuhi dengan KKR, kebaktian atau persekutuan, tetapi akan menyebar di seluruh Indonesia bahkan bangsa-bangsa. 
Aniaya Mempercepat Trans-formasi
Perintah Tuhan Yesus kepada murid-muridNya sebagai saksi bukan hanya untuk Yerusalem tetapi mencakup Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. Tetapi murid-muridNya hanya berdiam di Yerusalem. Untuk “memaksa” murid-mu-ridNya menggenapi rencana semula, maka Tuhan “mengi-rim” aniaya atas mereka. Sejak terjadinya aniaya, maka murid-muridNya menyebar keluar dari Yerusalem sambil mem-beritakan Injil. Dampaknya adalah Injil menyebar dengan cepat ke luar dari Yerusalem. Pemberitaan Injil disertai de-ngan tanda-tanda mujizat dan kesembuhan. Seorang anak la-ki-laki yang lumpuh sejak dari lahirnya yang biasa diletakkan di Gerbang Indah Bait Allah mengalami kesembuhan dan dapat berjalan. Dorkas atau Ta-bita yang sudah meninggal bangkit kembali. Orang sakit yang kena pada bayangan Pet-rus menjadi sembuh. Roh Ku-dus mengurapi dan memper-lengkapi rasul-rasul dan me-neguhkan setiap pemberitaan Firman dengan tanda-tanda heran.
Penerapan SI di beberapa dae-rah di Indonesia, pemberla-kuan SKB 2 Menteri dan aniaya yang dialami gereja Tuhan di Indonesia jika kita pandang dari kaca mata iman adalah suatu prototipe dari gereja mu-la-mula. Tujuannya adalah membawa Injil menyebar di bangsa kita. Karena itu semua hal yang terjadi atas gereja Tu-han di Indonesia harus disikapi melalui pendekatan seperti yang dilakukan oleh rasul-ra-sul dan gereja mula-mula. Me-reka tidak melakukan per-la-wanan dengan cara manusia. Yang mereka lakukan adalah berserah kepada Tuhan melalui doa. Hasilnya sungguh spekta-kuler yaitu bahwa Saulus yang adalah penganiaya jemaat ak-hirnya bertobat.
Gereja Tuhan di Indonesia perlu menyikapi setiap per-lakuan yang diskriminatif de-ngan berdoa sungguh-sung-guh. Kelak kita akan lihat ha-silnya bahwa mereka yang me-nganiaya akhirnya bertobat dan menjadi penginjil.
Sudah banyak contoh yang terjadi saat ini. Orang-orang yang dahulunya membakar gereja akhirnya bertobat dan jadi pemberita Injil. Para rasul mendapat ancaman tetapi itu tidak menyurutkan nyali mereka untuk memberitakan Injil. Ancaman itu justru menyulut mereka untuk berdoa dan memberitakan fir-man Allah dengan berani. Ke-beranian yang mereka peroleh karena jemaat mula-mula te-lah dipenuhi dengan Roh Ku-dus. 
Langkah Dipenuhi Roh Kudus
Tanggal 4 Juni 2006 ini, akan kita peringati sebagai hari Pentakosta. Hari bagi semua orang kristen untuk mengalami janji Tuhan yaitu dipenuhi dengan Roh Kudus. Bagaima-nakah orang yang belum me-ngalami kepenuhan Roh Kudus dapat mengalaminya?
Dalam Yohanes 7:37-39 dikatakan “Dan pada hari ter-akhir, yaitu pada puncak pe-rayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum! Barangsiapa per-caya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Yang dimaksudkanNya ialah Roh yang akan diterima oleh mere-ka yang percaya kepadaNya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimulia-kan. 
Yohanes menulis bahwa un-tuk mengalami kepenuhan Roh Kudus, langkah yang dilaku-kan sangat sederhana. Anda hanya butuh modal haus akan Roh Kudus kemudian datang kepada Tuhan Yesus karena Tuhan Yesus-lah Sang Pem-baptis Roh Kudus dan minum. Orang yang haus tidak akan pernah dipuaskan dengan pemberian apa pun kecuali air, demikian halnya dengan orang yang rindu akan Roh Kudus tidak akan dipuaskan oleh apapun sampai ia memperoleh Roh Kudus. Orang yang minum akan membuka mulutnya lebar-lebar demikian pula halnya orang yang ingin dipenuhi dengan Roh Kudus harus membukan mulutnya, maka Tuhan mulai meng-ilhamkan kata-kata yang daripadaNya untuk kita ka-takan.
Seperti jemaat mula-mula, ketika mereka berdoa, tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah me-reka dengan Roh Kudus dan mereka mulai berkata-kata da-lam bahasa-bahasa lain seperti yang diberikan oleh Roh ke-pada mereka untuk menga-takannya.
Jika semua orang yang ada di Kota Manado mengalami kepenuhan Roh Kudus dan diperlengkapi dengan kuasa dan keberanian dalam mem-beritakan Injil dan disertai dengan tanda-tanda mujizat dan kesembuhan, maka bang-sa Indonesia tidak akan lama mengalami transformasi.
Inilah saatnya bagi kita untuk memperoleh janji Tuhan yaitu dipenuhi dengan Roh Kudus. Amin.(*) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin