|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Masyarakat Bantik Tolak Pemekaran Kota Manado Utara
|
MASYARAKAT Bantik khu-susnya yang berdomisili di Singkil, Molas, Bailang, Meras, Buha, Bengkol dan Tuminting sangat prihatin dengan adanya rencana pemekaran Kota Ma-nado Utara. Bantik yang ber-komitmen terhadap keberada-an masyarakat banyak perlu mempertanyakan keberadaan dan seluk beluk yang menama-kan diri “Presidium Pemben-tukan Manado Utara” yang membentuk Tim 11.
Bantik sebagai penduduk asli pun belum pernah mewacana-kan akan membentuk Kota Ma-nado Utara, semata-mata de-ngan beberapa pertimbangan yang bersentuhan dengan ke-pentingan umum, yaitu:
1. Tidak ada yang signifikan untuk diperdebatkan menja-dikan Manado Utara terpisah dari Manado sekarang.
2. Letak geografis Manado Utara masih pas dengan Ma-nado Induk.
3. Pelayanan publik tidak menjadi alasan mendasar untuk memisahkan diri karena fasilitas dan prasarana untuk mencapai pusat pemerintahan sekarang masih cukup memadai.
4. Pembentukan kota/kabupa-ten sendiri perlu dipertimbangkan dari beberapa aspek, antara lain:
a. PAD untuk membiayai sa-rana dan prasarana yang dibu-tuhkan sekarang dapat kita lihat, pembentukan dari lima keca-matan menjadi sembilan keca-matan dan pemekaran beberapa kelurahan belum rampung. Ada beberapa kantor camat pun belum representatif dan juga kantor kelurahan masih ada yang bersifat pinjam pakai (sewa).
b. UU atau peraturan yang ha-rus direspon oleh pusat mem-butuhkan dana yang sangat be-sar, padahal sampai sekarang kita sangat prihatin akan kebe-radaan masyarakat Indonesia yang masih dilanda krisis eko-nomi.
c. Masalah perbedaan pen-dapat yang timbul di masyarakat dapat memicu konflik horisontal.
d. Faktor-faktor pendukung lainnya seperti jumlah keca-matan, luas daerah, dll.
Demikian garis besar uraian alasan penolakan pembentukan Kota Manado Utara dari kami warga Bantik Singkil yang ter-himpun dalam “Rukun Sosial Ma-syarakat Bantik Singkil dan Se-kitarnya”. Jadi kami perlu me-ngingatkan kepada pihak-pihak jangan memanfaatkan situasi sekarang untuk mengambil ke-sempatan atau popularitas tanpa memikirkan efek yang lebih luas.
Memang kami juga merasakan bahwa wilayah Manado Utara selalu dinomorduakan dalam hal pembangunan dibandingkan dengan kecamatan-kecamatan lain.
Karena itu kami memohon pula kepada para petinggi-petinggi Kota Manado yakni Bapak Jimmy Rimba Rogi dan Bapak Abdi Buc-harai untuk lebih memperhatikan pembangunan di Manado Utara serta dapat menepati janji-janji kampanye karena kemenangan pemilu lalu, Manado Utara me-nyumbangkan suara yang cukup signifikan. Selain itu, yang harus diprioritaskan adalah penyelesaian Jem-batan Singkil.
Terakhir kami sampaikan kepada semua pihak khu-susnya kepada pemerintah Kota Manado memberikan dukungan untuk melaksanakan roda pemerintahan termasuk di dalamnya pembangunan se-cara adil dan merata.
Dan kepada mereka yang memperjuangkan Manado Utara menadi kota sendiri agar bersabar dan menahan diri.
“Ma’gudang-gudang bo Mapia Pandameng”
Rukun Sosial Masyarakat Bantik Singkil dan sekitarnya
Ketua: Johanis Moniaga Sekretaris: Ny Olga Bare-Wahani
|
|