|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Pelajari Sejarah dan Budaya Minahasa
Siswa JCC Singapura Hadiri Seminar di Perpustakaan Wale Tua’na
|
Sepuluh siswa Jurong Junior College (JCC) dari Singapura di dampingi dua orang gurunya, Jumat (2/6) lalu menghadiri seminar tentang sejarah dan Budaya Minahasa yang diadakan Yayasan Masarang. Acara yang digelar di Perpustakaan Wale Tua’na, Kelurahan Matani Tiga Kecamatan Tomohon Tengah, juga milik Yayasan Masarang, turut dihadiri Ketua Yayasan Masarang Lineke Sjerly Watoelangkow.
Saat menyambut rombongan siswa JJC, Watoelangkow yang juga Wal;ikota Tomohon ini menyampaikan bahwa perpustakan Wale Tua’na memiliki buku-buku sejarah Minahasa yang paling lengkap. “Kalian tidak salah datang ke sini, kami mempunyai buku sejarah Minahasa yang paling lengkap, dari semua perpustakaan yang ada di daerah ini,” kata salah satu kandidat kuat Ketua DPD PD Sulut tersebut dalam bahasa Inggris dengan fasih.
Dimana menurutnya, buku-buku sejarah dan budaya Minahasa yang ada di perpustakaan Wale Tua’na, selain berasal dari daerah ini, juga didatangkan dari lima perpustakaan yang ada di negeri Belanda dan Amerika. Dan upaya untuk melengkapi koleksi buku-buku sejarah dan budaya Minahasa, perpustakaan Yayasan Masarang yang dipimpinnya telah mengutus, Prof DR Jan Van Paasen, mantan Rektor Seminari Pineleng, DR Paul Reinwiran, seorang Antropolog dan Hendrikus Benediktus Palar, budayawan asal kota Tomohon ke negeri Belanda.
Menurut Watoelangkow, dilaksanakannya seminar tersebut sebenarnya atas permintaan Pimpinan JCC Colllege Singapura. Ini karena JCC menilai hanya perpustakan Wale Tua’na yang bisa memenuhi kebutuhan siswa mereka, untuk mempelajari sejarah dan budaya Minahasa. “Kami dihubungi JCC sudah sejak tiga bulan yang lalu,” paparnya.
Seminar yang berlangsung selama tiga jam itu turut mendengarkan materi yang dibawakan BN Palar berjudul Minahasa dalam Kaleidoskop, dengan di dampingi penterjemah seorang guru JCC yang lancar berbahasa Indonesia. Dalam membawakan materi, Palar memaparkan asal-usul serta bahasa yang dugunakan oleh orang Minahasa. Ben Palar yang ditemui setelah seminar tersebut mengungkapkan rasa puasnya atas materi yang ada. “Mereka akan mengirim siswanya yang lain untuk menghadiri seminar yang rencananya akan digelar September mendatang. Jadwalnya sudah kami tetapkan,” kata pengurus Perpustakaan Yayasan Masarang ini.(dav/*)
|
|