|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
SBY ingin kerjasama permanen
Tentara AS Latihan di Tandurusa
|
Personel militer Amerika Seri-kat (AS) menggelar latihan ber-sama jajaran Polda Sulut dan Bareskrim Mabes Polri di Tan-durusa, Kota Bitung. Latihan dengan sandi ‘’Fusion Iron (F1) 06-1’’ ini, secara resmi dibuka Selasa (06/06) kemarin.
Dalam acara pembukaan di Markas Polair tersebut, Kapolda Sulut Brigjen Drs Alexius Gordon Mogot MSi, tampak didampingi tiga perwira tinggi dari US Military.
Tentara AS sendiri menurunkan 15 personel dalam latihan terse-but, sedangkan Polair Polda Su-lut diperkuat 63 personel dan li-ma orang lainnya adalah ang-gota Mabes Polri.
“Latihan ini merupakan tindak lanjut perjanjian prosedur admi-nistratif antara Kepolisian RI, Direktorat Perairan dengan US International Criminal Investi-gative Training Assistance
Program dan US Joint Intera-gency Task Force West. Lati-han yang dibiayai AS ini diren-canakan berlangsung hingga 23 Juni mendatang,” ungkap Kapolda Mogot.
Dikatakannya, tujuan dari latihan ini sendiri, untuk me-ningkatkan pengetahuan, ke-terampilan personel Kepolisian Indonesia, serta meningkat-kan koordinasi dan kerja sa-ma dengan Pemerintah AS da-lam rangka penangkalan nar-kotika, sekaligus meningkat-kan kemampuan dan keteram-pilan sumber daya manusia Polri yang dilandasi pengua-saan teknik dan taktik kepoli-sian, serta perundang-unda-ngan guna penangkalan nar-kotika.
Sementara itu, dari hasil pantauan Komentar, ke-15 personel tentara AS tersebut, meski hanya menguasai baha-sa Indonesia sepotong-sepo-tong, namun berusaha berko-munikasi dengan baik dengan personel Polair Polda Sulut. Bahkan pada hari pertama la-tihan bersama kemarin, per-sonel-personel militer AS ini ter-lihat langsung akrab dengan anak-anak yang berada di kompleks Mako Polair.
Sementara itu, dari Jakarta, Presiden SBY berharap nor-malisasi hubungan militer RI dan Amerika Serikat (AS) men-jadi kerja sama permanen. Terlebih belakangan ini Indo-nesia menghadapi non-tradi-tional security threat.
Hal ini disampaikan Jubir Kepresidenan, Dino Patti Djalal tentang salah satu materi yang disampaikan Presiden SBY kepada Menhan AS, Donald Rumsfeld dalam pembicaraan keduanya di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (06/06).
“Ini dalam bentuk tsunami, gempa, dan bencana alam lainnya. Korban bencana ini lebih banyak dan merusak harta benda ketimbang ancam-an perang dan isu keamanan lainnya,” kata Dino pada wartawan.
Atas ancaman baru ini, Pre-siden mengharapkan dilanjut-kannya kerja sama militer RI-AS juga mempertimbangkan aspek tersebut. Yaitu pening-katan kapasitas TNI dalam ikut memberi penanganan tanggap darurat pascabencana.
“Presiden tekankan penting-nya peningkatan kemampuan transportasi baik darat, laut udara. Karena tiap ada benca-na yang penting bagaimana memindahkan personel dan obat secara cepat ke lokasi kejadian,” imbuh Dino.(oan/zal)
|
|