|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Tanggal 6-6-6, tanggal berkat Tuhan
|
Sembilan Bayi Lahir di Manado, Sepasang Pengantin Ikat Janji
TANGGAL 6-6-6 (6 Juni 2006) kemarin, menjadi hari spesial bagi sembilan pasang suami istri. Pasalnya, bertepa-tan tanggal 6-6-6, mereka di-anugerahi Tuhan bayi mungil yang lucu melalui persalinan di RSUP Prof Kandou Malala-yang, Pancaran Kasih Titiwu-ngan dan RS Teling.
Hasil pantauan koran di RSUP
Kandou, empat bayi laki-laki dilahirkan normal di kamar bersalin Irina D RSUP Kandou. Isu angka 6-6-6 yang diiden-tikkan dengan angka setan, tidak masuk dalam rasio para orangtua dan keluarga bayi-bayi tersebut. Malah kelahiran tersebut disambut suka-cita.
‘’Itu cuma mitos. Salah-salah bayi lahir bertepatan dengan tanggal ini, mau dibilang apa,’’ ungkap seorang keluarga dari bayi yang dilahirkan kemarin. Tak ada kecemasan yang terlihat di wajah keluarga para bayi, malah raut suka-cita tergambar dari wajah mereka.
Ucapan syukur terhadap Tu-han dipanjatkan atas kelahi-ran bayi mereka di tanggal unik tersebut, dan sama sekali tidak ada dalam kamus mem-percayai isu tidak baik mdari angka 666. “Ini kan bukan ke-percayaan primbon,” ujar Le-ni, salah satu keluarga bayi kepada koran ini.
Kabag Humas RSUP Prof Kandou, Ny Deyce Londa SKom sendiri membenarkan, ada empat bayi yang dilahirkan tanggal 6 Juni 2006 kemarin.
Sementara itu di RS Panca-ran Kasih dan RS Teling Mana-do, terpantau lima bayi yang dilahirkan di kedua RS terse-but, sampai pukul 16.30 WITA, Selasa kemarin. Kelima bayi tersebut dilahirkan oleh Keluarga Musak Malondo, Kindangen Rumayar, Lalerong Pamondolang, Keluarga Ny Rahayu Mokodongan dan Keluarga Ny Yenny Montolalu. Namun pihak keluarga yang ditemui, mengaku tidak mera-sakan hal-hal yang berbeda saat melahirkan di tanggal tersebut.
Pada bagian lain, pada hari yang sama, pasangan kekasih keturunan Cina, Gunawan Ang dan Sicilia Lijono Lie, mengikat tali pernikahan di Gereja Katolik St Ignatius Manado, kemarin bertepatan tanggal 6-6-6. Kedua pasa-ngan yang berbahagia ini di-berkati Pastor Paroki Wens Maweikere.
Menariknya, mengawali khot-bahnya, Maweikere mengajak Gunawan dan Sicilia untuk menyadari isu kongres gereja setan yang digembar-gembor-kan, berlangsung bersamaan dengan pernikahan mereka. Maweikere menegaskan, de-ngan tidak terjadinya apa yang disebut kongres pengikut se-tan atau ancaman anak-anak jadi tumbal di hari tersebut, menunjukkan bahwa isu terse-but sama sekali tidak benar.
Sebab itu Maweikere meng-ajak kedua mempelai untuk tetap percaya bahwa perni-kahan yang dilangsungkannya ini, tidak ada kaitannya de-ngan isu tersebut atau angka 666, tetapi pernikahan yang dilangsungkan keduanya ada-lah kudus karena dipersatu-kan oleh Tuhan.
Sedangkan kedua mempelai dan keluarganya masing-ma-sing sama sekali tidak me-mancarkan raut muka kece-masan terkait tanggal perni-kahan. Bahkan dengan man-tap, kedua mempelai ini me-ne-rima Sakramen Pernikahan da-lam perayaan Ekaristi dan me-negaskan pernikahan yang di-langsungkan keduanya ini ada-lah hanya karena kasih karu-nia, anugerah dan rencana Tuhan.
“Hanya dengan kasih karu-niaNya, anugerahNya serta ren-canaNya yang indah, se-hingga kami berdua dipersa-tukan dan disempurnakan dalam satu kehidupan Bah-tera Rumah Tangga Kristen Katolik,” tegas mereka.
Sementara itu Kasie Perka-winan dan Perceraian Dinas Catatan Sipil Richard Line-lejan SH ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut tersebut dan menegaskan, ha-nya ada satu pasangan yang melangsungkan pernikahan-nya sebagaimana yang dise-butkan di atas.(tr-1/tr-2/imo)
|
|