|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
M Top tak Sulit
Rekrut Pembom
|
Pantas saja Noordin Moh Top tidak kehabisan amunisi untuk melakukan aksi pele-dakan di Indonesia dengan motif bom bunuh diri. Sebab, tawaran menjadi pelaku bom bunuh diri justru mengalir deras, tanpa paksaan.
Salah satu orang yang mena-warkan diri menjadi pelaku bom bunuh diri adalah Anif Solchanuddin, terdakwa Bom Bali II. Hal ini disampaikan Anif saat menjadi saksi mah-kota bagi terdakwa Bom Bali II lainnya, Abdul Aziz, dalam sidang di PN Denpasar, Jln Sudirman, Selasa (06/06). Sidang dipimpin oleh I Nyoman Gede Wirya.
“Saya menawarkan diri men-jadi pelaku bom bunuh diri. Saat itu ustad (Subur Sugiar-to) bilang sedang mencari tiga orang (pelaku bunuh diri),” kata Anif. Keinginannya itu disampaikan Anif pada bulan Juli 2005. Namun, akhirnya Anif tidak terpilih menjadi pelaku bom bunuh diri di Bali 1 Oktober 2005. Tidak dije-laskan alasan kenapa ia batal melakukan aksi bom bunuh diri di Bali.
Setelah melihat dampak bom Bali II, Anif mengaku ragu menjadi pelaku bom bunuh diri. “Dua minggu setelah bom Bali, Subur bertanya apakah saya masih bersedia menjadi pelaku bom bunuh diri, na-mun saya ragu,” katanya.
Setelah menjadi saksi mah-kota, Anif menjalani persida-ngan sebagai terdakwa. Per-sidangannya menghadirkan satu orang saksi dari Polda Bali yaitu Budi Sumanto.
Persidangan terdakwa bom Bali II lainnya, yaitu Dwi Wi-diyarto menghadirkan dua orang saksi, yaitu korban Dwi Esti Setiawati dan karyawan kafe Raja’s Suratin Nur-din.(dtc/*)
|
|