|
|
|
![]() |
![]() |
|
AMDI: DPP Jangan Intervensi Musda Demokrat Sulut
|
Angkatan Muda Demokrat Indonesia (AMDI) Sulut mengharapkan DPP tidak mengintervensi pelaksanaan Musda Partai Demokrat (PD) Sulut. Pernyataan ini dikeluarkan menyikapi kian tak pastinya waktu pelaksanaan Musda PD.
“Kami harapkan jangan ada intervensi dari DPP. Bila tertundanya pelaksanaan Musda Demokrat Sulut terjadi secara alami, it’s ok. Tapi, bila sifatnya teknis, jelas sangat disesalkan. Sebab intervensi DPP justru akan mengganggu kemandirian Demokrat Sulut,” tegas Ketua AMDI Harley ‘Ai’ Mangindaan, kemarin (06/06).
Diakui Ai, indikasi tersebut sudah terlihat. Apalagi, berdasarkan informasi kondisi serupa telah terjadi di sejumlah daerah dan berbuntut peristiwa yang tak diharapkan. “Olehnya jangan sampai intervensi DPP itu akan turut dialami Demokrat Sulut. AMDI mengharapkan Musda akan cepat terlaksana. Sebab selama ini tertunda-tundanya Musda tanpa alasan jelas,” imbuhnya.
Di sisi lain, AMDI menyarankan agar penyelesaian sejumlah DPC PD yang bermasalah sesuai yang diarahkan DPP dan Dewan Pembina. “Kalau itu krusial di tingkat bawah, cukup sulit bila tidak mencari solusi bersama, misalnya dengan meminta saran Dewan Pembina PD,” kata Ai.
Sementara kader Demokrat Vecky Gandey menyuarakan agar pelaksanaan Musda segera dilaksanakan karena masih banyak agenda partai yang harus diselesaikan. Tak bisa hanya sebatas tahap konsolidasi saja. Seperti Muscab dan lainnya. “Musda bisa serentak di Juni ini. Tapi khusus untuk Sulut, harus ada kepastian waktunya. Sebab ini berpengaruh hingga ke arus bawah. Selain itu, biarlah Musda jadi produk yang benar-benar bermanfaat untuk arus bawah,” ujarnya menambahkan diharapkan juga saran EE Mangindaan (EEM) terkait pelaksanaan Musda. Sebagai pembina, EEM punya arti penting bagi Demokrat Sulut maupun nasional.
Di sisi lain, terbetik kabar intervensi DPP tersebut terkait dukung-mendukung kandidat Ketua DPD PD Sulut. Itu sebabnya, EEM sempat mengingatkan agar DPP memiliki satu suara dan tak mencalonkan salah satu kandidat. “Dukung mendukung silahkan, tapi DPP jangan mengarahkan,” simpulnya.(von)
|
|