|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Pertama di
Sulut
VCO Dikembangkan Jadi Minyak Goreng
|
Wakil ketua Asosiasi Petani Penghasil Virgin Coconut Oil (VCO) Minahasa Utara, Fanne Sompie menyatakan saat ini
pihaknya tengah mengembangkan VCO sebagai bahan baku minyak goreng. Menurutnya, produk minyak goreng yang dihasilkan dari sisa VCO tidak terekstrak tersebut memiliki kualitas lebih baik dari minyak goreng lainnya.
“Suhu pemrosesannya tidak lebih dari 200 derajat Celsius, sehingga struktur chemical yang terkandung didalamnya tidak rusak. Produk ini sangat cocok untuk menjaga kesehatan tubuh seperti halnya khasiat VCO itu sendiri,” ungkapnya Kepada wartawan, Kamis (08/06) kemarin disela-sela kegiatan temu usaha pemasaran komoditi hasil pertanian di Hotel Sahid Kawanua Manado.
Namun demikian, menurut Sompie saat ini pihaknya masih terhambat dengan masalah pemasaran seperti halnya VCO. Apalagi biaya kemasan produk minyak goreng VCO ini relatif mahal, sehingga sampai saat ini produsen masih kesulitan dalam menentukan harga jual yang sesuai.
Karena itu, Sompie berharap pemerintah dapat membantu mengembangkan industri ini. Ia juga berharap pengusaha air minum kemasan dapat memfasilitasi para pelaku usaha minyak goreng VCO dalam mendapatkan kemasan.
Ditambahkannya, saat ini produk minyak goreng VCO dalam kemasan sudah dipasarkan dengan harga Rp 15 ribu per liter. Sedangkan untuk minyak goreng VCO tanpa kemasan dipasarkan dengan harga lebih murah yakni Rp 3.000-Rp 4.000 per liter.(gra)
|
|