|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Perhatian tak terbatas pada penderita kusta
Sekda: Pemkab tak Pernah Telantarkan Warga Marore
|
Tudingan miris terhadap Pemkab Sangihe karena dianggap menelantarkan warga Marore dinilai terlalu tendensius. Pasalnya perhatian pemkab terhadap warga dilintas batas itu sesunguhnya tak sebatas pada penderita kusta namun menyeluruh hingga ke soal kebutuhan termasuk pendidikan yang penagananya terus diterobosi.
Hal ini disampaikan sekda Sangihe Drs Yunus Liunsanda kepada sejumlah wartawan, kemarin (08/06). Dikatakan, perhatian pemerintah daerah terhadap warga Marore tak bisa diukur dengan adanya sejumlah penyakit kusta. Sebab selama ini penanganan kesehatan terus dilakukan secara maksimal dan menyeluruh sesuai kemampan pemkab. “Kan tidak bijaksana jika hanya karena satu dua warga yang masih menderita kusta, lantas mempersalahkan atau mengkambing-hitamkan Pemkab Sangihe yang selama ini cukup peduli dengan segala kebutuhan warga termasuk pelayanan kesehatan,” tegasnya sembari meminta agar pernyataan warga yang diangap kurang bertanggungjawab itu patut diluruskan.
Yang menarik, unsur pemuda Sangihe Ridi Manikoe mengatakan informasi mengenai penderita kusta di Pulau Marore yang dianggap ditelantarkan pemkab Sangihe. Menurutnya, tanpa bermaksud membela pemkab, namun selama ini upaya untuk menanggulangi segala kekurangan di pulau itu senantiasa dilakukan dan dirinya siap bersaksi jika diminta. “Kritikan itu memang perlu dilayangkan, tapi apakah pemkab lain di Sulut ini bisa menerima kritikan jika ada kedapatan satu dua warga menderita kusta lantas yang dipersalahan pemerintah daerah,” ujarnya sembari meminta agar apa yang menjadi persoalan
itu sekirannya dapat disikapi pemda Sangihe dan dinas
kesehatan diminta lebih proaktif dalam penanganan kesehatan
terutama di wilayah-wilayah terpencil.(med)
|
|