|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Menteri Agama prihatin
Penertiban Ormas Radikal Banjir Dukungan
|
Kebijakan pemerintah menertibkan, bahkan akan membekukan, organisasi kemasyarakatan (ormas) yang bertindak radikal di tengah masyarakat menuai banjir dukungan. Pasalnya, bila hal ini dibiarkan berlarut-larut bisa memicu konflik di tengah masyarakat serta meng-ancam integrasi bangsa.
“Masyarakat selama ini me-nyaksikan tindakan pembiar-an yang dilakukan aparat pe-negak hukum terhadap se-jumlah organisasi massa ber-kedok keagamaan atau kedae-rahan yang melakukan tindak-an anarkis,” ujar Wakil Se-kretaris Umum PGI, Weinata Sairin di Jakarta, Jumat (09/09). Hal senada diungkap, Ko-misi Hubungan Antar Agama Konferensi Waligereja Indone-sia, Benny Susetyo Pr, aktivis mahasiswa 1998, Donato Har-yo dan aktivis pro demokrasi, Muhammad Solihin.
Menurut dia, sikap pemerin-tah jika terus membiarkan ke-kerasan terjadi di tengah ma-syarakat dan dilakukan oleh organisasi massa berkedok keagamaan atau kedaerahan pada gilirannya dapat memicu konflik di tengah masyarakat. Karena itu, pemerintah tidak bisa tinggal diam. Pemerintah harus bertindak tegas terha-dap organisasi mana pun yang nyata-nyata telah bertindak main hakim sendiri dan me-lakukan kekerasan terhadap warga masyarakat yang juga anak kandung
Sedangkan rohaniwan Kato-lik, Benny Susetyo menilai langkah pemerintah meskipun terlambat akan mendapat dukungan masyarakat luas karena sepak terjang sejum-lah organisasi massa berke-dok keagamaan dan kedaera-han yang kerap main hakim sendiri sudah tidak dapat ditolerir lagi keberadaannya.
“Masyarakat menunggu langkah konkret pemerintah dalam upaya menertibkan dan juga memberikan sanksi se-luasnya kepada organisasi massa yang memang terbukti melawan hukum. Dalam atur-an main atau ketetapan hu-kum mengenai keberadaan or-ganisasi massa atau keorma-san sesungguhnya jelas dise-but bahwa mereka dapat dibu-barkan jika memang terbukti melanggar hukum,” ujarnya.
Dukungan atas rencana peme-rintah juga datang dari kalangan politisi, dalam hal ini DPP PKB kubu Muhaimin Iskandar. “Saya tidak ingin menyebut nama ormasnya. Tetapi saya mendu-kung dan ini menjamin kalau persoalan premanisme selasai, maka investasi masuk,” kata Ketua Umum DPP PKB Mu-haimin Iskandar di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
Muhaimin mengaku kerap mendapat keluhan dari pengu-saha bahwa citra premanisme sudah sangat parah di Jakarta dalam berbagai dimensi atas nama agama maupun etnis. “Pe-merintah telah memberi harap-an dan PKB mem-back up dan mendukung langkah-langkah pemerintah,” cetusnya.
Sementara itu, Menteri Agama Maftuh Basyuni dalam kesem-patan bertemu sejumlah warta-wan di Jakarta, kemarin, juga mengaku prihatin dan memper-tanyakan organisasi massa Islam yang anarkis. Padahal me-nurutnya, agama Islam adalah agama bagi sekalian alam (rah-matan lil alamin). “Kalau ormas Islam kemudian anarkis itu per-lu dipertanyakan. Itu jelas orang yang tidak mengerti Islam,” kata Menag. Karenanya, “Ormas ma-na saja yang berbuat tidak benar harus ditindak. Jangan dibatasi pada ormas keagamaan saja, apalagi Islam,” katanya.(sp/mi/dtc/kcm)
|
|