|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Dihadiri 50 kepala negara
Perjuangkan WOS 2009 di Sulut, Gubernur Koordinasi Lima Menteri
|
Pemda Sulut tampaknya tak main-main dalam upaya me-rancang program guna me-narik investasi ke daerah ini. Dari sektor pariwisata kini diperjuangkan agar Sulut dapat menjadi tuan rumah iven internasional berlabel World Ocean Summit (Wos) tahun 2009 mendatang
Untuk itu, kemarin, rombo-ngan ‘Tim Sulut’ yang dipim-pin langsung Gubernur Drs SH Sarundajang langsung me-lakukan rapat koordinasi de-ngan sejumlah menteri di kantor Menko Kesra, Jakarta. Rapat diikuti Menko Kesra, Aburizal Bakrie, Menteri Per-dagangan Marie Pangestu, Menteri Perindustrian Fahmi Idris dan Menteri Pariwisata Jero Wacik dan Manteri Ke-lautan, Freddy Numberi. Se-lain itu, hadir pula lima dirjen dari departemen lainnya. Sementara Sarundajang didampingi para bupati dan walikota se-Sulut.
Acara diawali presentasi rencana pembangunan pariwi-sata Sulut ke depan. Target-nya, tahun 2009 nanti, WOS dapat digelar di daerah ini. Momen itu diproyeksikan di-hadiri 50 kepala negara dan pemerintahan serta puluhan ribu wisatawan mancanegara.
Rencana itu mendapat sambu-tan positif para menteri. Namun, pemerintah dan rakyat Sulut diminta melakukan persiapan secara matang. Apalagi banyak aspek yang mesti dibenahi secara lebih serius.
Menko Kesra, misalnya, secara khusus mengingatkan kesiapan sarana hotel. Bukan hanya dari sisi kuantitatif, tapi juga kualitatif. Sebab, menu-rut Ical (panggilan akrab Aburizal Bakrie), dirinya punya pengalaman pahit kala berada di salah satu hotel besar di Sulut. Pendingin ruangannya tak berfungsi secara optimal, ruangannya pun masih berdebu. “Kelema-han itu harus diperhatikan,” katanya.
Selain itu, masalah keterse-diaan listrik dan fasilitas pendukung investasi lainnya perlu dipacu. “Pemda perlu menggandeng pihak swasta untuk melakukan pemben-ahan-pembenahan masalah itu. Makanya perlu konsep menyeluruh,” tukas dia.
Kritik membangun juga da-tang dari Menteri Perindus-trian dan Menteri Perdaga-ngan. Menurut keduanya, un-tuk menarik investasi jangan hanya mengandalkan pariwi-sata. Tapi perlu pembangunan yang lebih komprehensif, ter-masuk peningkatan sub sek-tor kebudayaan dan pening-katan kualitas produk ung-gulan.
“Selain itu, dibutuhkan pula dukungan peraturan daerah yang pro bisnis,” katanya. Kendati begitu, Menko Kesra menambahkan, rencana Sulut yang dibawa gubernur sebaik-nya diperjuangkan terus, ter-masuk melalui Wakil Presi-den. “Perjuangkan ke Wa-pres,” tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Pariwi-sata Jero Wacik secara khu-sus menyambut hangat kebi-jakan Sulut mengangkat sek-tor pariwisata. “Sulut sangat potensianl untuk dunia Pari-wisata,” tukas Menteri yang mengaku mengagumi pariwi-sata Sulut sejak sebelum dia menjadi menteri. “Rakyatnya ramah dan penuh sopan san-tun. Itu salah satu faktor pen-dukung pariwisata, political will antara pemda dan DPRD juga sudah terlihat. Sekarang tinggal melaksanakannya,” kata dia.
Menyikapi kritikan dan harapan-harapan tersebut, Gubernur Sulut mengatakan, dirinya dan seluruh jajaran pemerintahan merasa makin diperkuat dan dilengkapi. Ka-rena itu, konsep yang baru di-koordinasikan itu akan se-makin disempurnakan untuk segera disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yu-dhoyono dalam kunjungan ke Sulut, 18 Juni mendatang. Bahkan, dalam beberapa bu-lan ke depan, tambah guber-nur, para Menteri akan diun-dang khusus ke Sulut guna melihat dari dekat kesiapan daerah ini dalam memacu pembangunan.
Sementara itu, Rektor Unima Prof Dr Lombok yang ikut da-lam rombongan Pemda Sulut menilai, kritikan dan harapan para menteri positif untuk me-macu Sulut agar melakukan persiapan lebih baik. “Saran itu untuk membangun Sulut dan kita harus perbaiki,” tukasnnya. Namun begitu, dia optimis, tahun 2009 kritikan yang dilontarkan sejumlah menteri itu terjawab.(zal)
|
|