|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Argentina vs Pantai Gading
Minggu, 03.00
Raksasa di Grup Neraka
|
MINGGU malam akan menja-di malam paling menentukan bagi Tim Tango Argentina da-lam kiprahnya di Piala Dunia 2006. Laga pertama yang akan dilakoni di Aol Arena Hamburg melawan Pantai Gading tak bisa dipandang remeh. Teka-teki menarik yang dinantikan adalah siapakah yang akan menempati lini depan. Akankah Saviola dan Crespo akan menjadi tandem menghadapi Didier Drogba dkk?
Tergabung dalam grup neraka atau maut, Grup C, bersama-
sama Belanda, Serbia dan Montenegro (S&M), dan Pantai Gading, membuat Argentina harus bekerja ekstra keras guna menjaga citra sebagai raksasa Amerika Latin dan salah satu tim favorit untuk menjadi juara di PD 2006.
Salah satu fokus Tim Tango adalah dengan mempertajam barisan depannya. Itulah mengapa Pekerman membawa enam pemain yang berposisi sebagai tukang gedor gawang lawan. Apalagi, salah satu tim lawan, S&M, mencatat presta-si spektakuler di babak kuali-fikasi PD 2006 Zona Eropa Grup 7: tidak pernah terka-lahkan dan hanya kebobolan satu gol dalam 10 pertan-dingan!
Sampai saat ini, Pekerman belum menentukan siapa yang bakal tampil sebagai pe-nyerang Tim Tango saat mem-buka kampanyenya di PD 2006 menghadapi tim debutan baru dari Afrika yang kerap dijuluki tim kuda hitam, Pan-tai Gading, Minggu malam. Namun, berdasarkan kompo-sisi pemain saat berlaga dalam pertandingan pemanasan melawan Angola, tampaknya lini depan akan diisi oleh duet Sevilla-Chelsea, Javier Saviola dan Hernan Crespo.
“Duet ini berjalan dengan ba-gus. Kami selalu mampu be-kerja sama dengan baik. Se-bab, kami dapat memahami satu sama lain dan berupaya untuk terus tampil dinamis,” kata Saviola dalam konferensi pers hari ini yang bertempat di markas latihan Tim Tango di Hotel HerzogsPark, Herzoge-naurach, Jerman.
Penyerang yang kerap diju-luki El Conejo atau The Rabbit (Si Kelinci) ini merasa ber-syukur apabila dalam pertan-dingan hanya akan mendapat satu atau dua kesempatan un-tuk menjebol gawang lawan. “Kami tidak akan mengeluh jika kami hanya mendapat satu atau dua peluang mence-tak gol dalam setiap pertan-dingan,” kata striker mungil (168 cm) berusia 24 tahun ini.
Menurut Saviola yang lahir di Buenos Aires, sejak kemena-ngan melawan Angola, kompo-sisi tim sewaktu mengalahkan Angola kerap dimainkan Pe-kerman dalam beberapa kali latihan. Namun, tambahnya, “Segala sesuatunya masih bisa terjadi. Tapi, saya harap kami berdua (dengan Crespo) akan mampu tampil baik sehingga jika pelatih meng-umumkan susunan tim, kami sudah siap.”
Sementara itu, kapten tim Juan Pablo Sorin, yang men-dampingi Saviola dalam kon-ferensi pers, menyatakan ke-siapannya untuk bermain di semua posisi. “Saya tidak ke-beratan jika saya dimainkan di posisi saya semula,” kata So-rin yang sadar kebiasaannya yang ikut dalam menggedor gawang lawan akan menim-bulkan lubang di lini pertaha-nan seperti kekalahan yang di-alami Argentina (1-4) dari Bra-sil di babak final Piala Konfe-derasi 2005 lalu. “Jika saya di-instruksikan untuk ikut me-nyerang, saya akan mematuhi perintah pelatih. Andaikata saya disuruh bermain berta-han pun, akan saya lakukan,” kata defender serba bisa yang juga merangkap sebagai kapten Villarreal.(lbc)
|
|