|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Dekot Desak Pertokoan/Perhotelan Akomodir Pengangguran
|
Maraknya pembukaan pertokoan dan perhotelan, harusnya memberi korelasi positif terhadap angka pengangguran, antara lain dengan menekan angka pengangguran. Hal ini menjadi penting mengingat dari waktu ke waktu jumlah pencari kerja maupun pengangguran ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. “Bagi pertokoan dan perhotelan yang baru dibuka sudah seharusnya mempekerjakan naker daerah. Jangan hanya karena alasan masalah ketrampilan, lalu naker yang direkrut sebagian besar justru dari luar daerah,” ujar anggota Komisi D Jimmy Joseph yang juga mantan Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Manado.
Menyikapi kebijakan pemerintah yang menerapkan sistem Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) kata Joseph, perlu dikaji lagi. Pasalnya, ketentuan ini di lapangan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. “Pemberlakuan sistem inilah yang menyebabkan pihak investor lebih memilih naker dari daerah lain, ketimbang naker lokal daerah asal. Padahal, kalau hanya soal ketrampilan, hal itu dapat dilatih,” ujarnya kembali.(eda)
|
|