HOME : FOOTBALL

Berita Mimbar dan Keagamaan 

10 June 2006

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

  

Walubi: Penerepan RUU APP Harus Sesuai Situasi Bangsa 

 

 IKUTI BERITA LAIN

Hapsa PKB GMIM Hari Ini, Ribuan Warga PKB GMIM Banjiri Bitung

Lintas Berita Mimbar

Ketua Sangha Walubi Sulut dan Indonesia Bhkisu Dr Dharma Surya MA MTh, Jumat (09/06) mengatakan, penerapan Rancangan Undang-Undang Anti Pornoaksi dan Pornografi (RUU APP) harus disesuaikan dengan situasi bangsa.
“Memang kebijakan pemerintah untuk mengeluarkan peraturan ini sangat baik. Karena budaya kita adalah budaya timur, yang harus mengutamakan sopan santun, terlebih dalam tata cara berpakaian. Tetapi apakah kebijakan dengan penerapkan peraturan ini sudah sesuai dengan situasi bangsa kita saat ini,”ujarnya.
Pasalnya, pornografi sangat sulit untuk bisa dibendung lagi, dan tetap akan berkembang. Akan persoalan ini memang kita harusnya berhati-hati menyikapinya. Terlebih saat ini masih menimbulkan pro dan kontra dari berbagai kalangan masyarakat luas.
Untuk meredam berbagai gejolak yang muncul, saya tetap mengusulkan jalan tengah, yaitu alangkah baiknya sangsi-sangsi tegas RUU APP tersebut diberlakukan bagi seluruh kalayak masyarakat yang telah melakukan pelanggaran dalam tata cara berpakaian.
Dicontohkan, diperbolehkan dan wajar-wajar saja menurutnya jika berpakaian yang sedikit terbuka dan sesuai pada tempatnya misalnya pada acara pesta dan iven-iven tertentu, seperti peragaan busana, disko maupun pada tempat tertentu yang memang layak digunakan.
Sementara itu yang tidak diperbolehkan atau dilarang pada acara resmi, seperti ada kedukaan, keagamaan serta acara kenegaraan yang memang mengharuskan berpakaian sopan dan santun. Mengingat budaya Indonesia adalah budaya timur yang masih memahami akan budaya sopan santun. Lain halnya budaya barat yang selalu berpenampilan vulgar dan terkesan seronok. “Karena bagaimanapun persoalan ini harus disikapi dengan bijak, tanpa menimbulkan persoalan-persoalan baru,”ucapnya.(aan) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin