HOME : FOOTBALL

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

12 June 2006

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

  

Identifikasi Fenomena Alam(2)
Kurikulum pendidikan geografi di minta terfokus untuk mengenali bencana alam.

 IKUTI BERITA LAIN

Peluang Industri Mandiri Biodiesel di Sulut(3)

 SURAT PEMBACA

Sadarlah Anak Bangsa, Indonesia ‘Masih’ Berduka

 COMMENTAREN

Kapan Kita Bisa


Disiplin ilmu geologi mem-pelajari bumi secarah keselu-ruhan meliputi: Asal kejadian, struktur, komposisi, sejarah hingga proses alamiah sampai pada kenampakan masa kini. Cabang-cabang ilmu geologi adalah: Geofisika, paleon-tologi, geokimia, geomorfologi, dan geologi struktur. Selain itu ilmu vulkanologi yaitu cabang ilmu geologi yang berhubu-ngan dengan kegunungapian. Aplikasi ilmu geologi yaitu; geologi ekonomi, geologi ke-lautan, geologi kewilayahan, geologi minyak dan gas bumi. geologi pertambangan, geologi tata kota, geologi lingkungan dan geologi teknik.
Pada cabang ilmu geologi yang terkait dengan asal keja-dian, struktur, komposisi, hingga kenampakan keadaan sekarang (morfologi), dapat berkaitan juga dengan muasal terjadinya bencana alam (na-tural disaster). Ada cabang geofisika yaitu pengetahuan tentang fisik bumi bagian dalam dengan memakai meto-de dan teknik fisika seperti mengukur gelombang gempa, magnet bumi, grafitasi, struk-tur lapisan kulit bumi, dsb. Ada juga geologi struktur yang mempelajari tentang susunan lapisan batuan (stratigrafi), bentuk atau bangun daripada kulit bumi akibat adanya gaya-gaya eksogen dan endo-gen yang bekerja.
GEMPA BUMI
Definisi gempa atau yang berpadanan dengan gempa bumi, yaitu; gerakan atau ge-taran tiba-tib pada bumi aki-bat terlepasnya dengan men-dadak renggangan yang ter-himpun perlahan-lahan (eart-quake). Bisa berupa gempa da-rat, yaitu bersumber di bawah benua (inland earthquake), bo-leh juga bersumber dari dasar laut, tidak terasa di darat tapi mungkian saja terasa di kapal (submarine earthquake). Ada-lagi gempa tektonik; yang ter-jadi lebih berhubungan de-ngan “persesaran” (tektonik eartquake). Juga gempa vul-kanik yaitu yang terjadi ber-hubungan dengan kegiatan gunung berapi (vulkanik eart-quake). (MM Puebo Hadiwid-joyo, 1992).
Sumber gaya yang mengaki-batkan terjadinya gerakan atau getaran gempa bumi ya-itu dari gaya endogen. Suatu gaya yang bekerja pada kulit bumi yang berasal dari dalam bumi yang mengakibatkan gejala tektonis, vulkanis dan seisme seperti aktivitas gu-nung berapi dan gempa bumi.
PERSESARAN (TECTONIK EARTHQUAKE)
Persesaran yaitu, berasal dari kata “sesar” atau di sebut “patahan”. Adalah struktur rekahan yang telah mengala-mi pergeseran. Sifat pergese-rannya dapat bermacam-macam; mendatar, miring, naik dan turun. Selain itu ge-jala sesar tidak terlepas dari gejala struktur yang lain, mi-salnya kekar, lipatan, drag (serstan, breksiasi akibat sesar, milonit, dsb). (DR Azis Magetsari, dkk-geologi struk-tur / KBK Geologi dinamis Ju-rusan Tekhnik Geologi / Fa-kultas Tekhnologi Mineral-ITB bandung, Non published).
Gempa Bumi Yokyakarta
Gempa bumi yang meng-guncang daerah Yokyakarta dan beberapa kabupaten di sekitarnya pada tanggal 27 Mei 2006 berasal dari pusat gempa (episentrum) sekitar 25 km barat daya kota de-ngan kedalaman 17,1 Km berkekuatan gempa 6,2 Mo-ment magnitude (Mw). Data ini berasal dari pengukuran seismagraf yang di hasilkan dari jejaring stasiun penga-mat milik badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menun-jukkan gempa ini ber-keku-atan 5,9 SR (Skala Rich-ter) dan berasal dari episen-trum sekitar 33 km di bawah dasar laut. Dua analisis berbeda itu bila di konversikan akan tetap ekuivalen. ( Suharyono /Ka. Pusat Gempa Nasional-BMG, Kompas 31/05/2006).
Berbagai analisa para ahli geologi terungkap pada dis-kusi “Dinamika Kebumian Kawasan Jawa Tengah” yang di selenggarakan ikatan ahli Geologi Indonesia (IAGI) di jakarta Selasa 30 Mei 2006.(Bersambung) 


  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin