HOME : FOOTBALL

Headlines News  

13 June 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Kelaparan, Kesra Kirim Tim ke Sikka 


Kementerian Koordinator Ke-sejahteraan Rakyat (Kesra) mengirimkan tim untuk me-meriksa kondisi masyarakat Kabupaten Sikka, Flores ba-gian tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akhir pekan lalu dilaporkan mengalami ke-laparan.
“Pagi ini (kemarin, red) kita mengirimkan tim yang terdiri atas empat orang staf ke Sikka untuk mengecek kebenaran laporan itu dan melakukan identifikasi masalah,” kata De-puti Menteri Koordinator Kese-jahteraan Rakyat Bidang Kese-jahteraan Sosial, Adang Setia-na, di Jakarta, Senin (12/06).
Ia menambahkan saat ini pihaknya juga tengah mengon-firmasi kebenaran informasi tentang bencana kelaparan di kabupaten tersebut kepada instansi terkait seperti Badan Ketahanan Pangan dan Depar-temen Pertanian.
Menurut Adang, hal itu dilakukan karena hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi tentang bencana kelaparan di Kabupaten Sikka yang dilaporkan sejumlah media akhir pekan lalu. “Bu-kannya kami tidak percaya de-ngan laporan itu, tapi kami bu-tuh kepastian tentang kondisi nyata yang ada di sana supaya bisa melakukan intervensi yang tepat,” katanya.
Namun demikian, ia melan-jutkan, pihaknya tetap akan me-ngirimkan bantuan beras ke daerah tersebut secepat mung-kin. “Sebenarnya sejak tahun kemarin kita sudah mengirim-kan 5.000 ton beras ke NTT dan tahun ini kita juga akan me-ngirimkan 5.000 ton beras ke sana,” ujarnya seraya menam-bahkan surat izin pengeluaran dan pengiriman bantuan beras tahun 2006 dikeluarkan peme-rintah pusat hari ini. “Berasnya ada di Bulog dan suratnya dike-luarkan Menteri Sosial hari ini. Selanjutnya tinggal keluarkan DO dan dikirim ke Dinas Sosial propinsi dan kabupaten untuk didistribusikan,” tambahnya.
Hari Sabtu (10/06) lalu Bupati Sikka, Alex Longginus mengakui sekitar 65 ribu masyarakat di wilayahnya menderita kelaparan karena kehabisan stok bahan pangan. “Kami sudah turun ke desa-desa dan menerima lapo-ran dan kondisi saat ini bukan rawan pangan, tetapi sudah terjadi bencana kelaparan, ka-rena persediaan bahan maka-nan cadangan juga sudah ha-bis,” kata Longginus. Menurut dia, hal itu terjadi karena seba-gian besar petani gagal panen akibat kelebihan curah hujan, angin dan hama. Gagal panen itu, kata dia, tidak hanya terjadi pa-da tanaman pertanian tetapi ju-ga tanaman perdagangan, yang menjadi tumpuan mata penca-rian warga setempat.(kcm)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin